Para pelajar saat melakukan simulasi bencana di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Para pelajar saat melakukan simulasi bencana di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dengan diraihnya predikat desa/kelurahan tanggap bencana tingkat pratama oleh Kelurahan Temas, Kecamatan Batu menyisakan 17 desa/kelurahan yang belum menyandang predikat tersebut. Hanya saja saat ini sudah 4 desa/kelurahan yang sudah dipersiapkan.

Keempat desa/kelurahan yang sudah disiapkan sebagai desa/kelurahan tanggap bencana tahun 2019 adalah Desa Sumberbrantas, Desa Punten, Desa Pesanggrahan dan Kelurahan Ngaglik. Anggaranpun telah dipersiapkan sebesar Rp 210 juta untuk pelatihan desa/kelurahan tangguh bencana. Anggaran tersebut, akan disalurkan ke empat Desa/Kelurahan.

“Dari 11 desa/kelurahan berpredikat tingkat pratama telah diraih oleh tujuh desa. Sedangkan untuk sisanya empat desa tengah kami persiapkan,” kata  Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho.

Ia menjelaskan Pemkot Batu menargetkan hal ini melihat Kota Batu yang berada di pegunungan menjadi daerah rawan bencana. Meliputi tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan sebagainya.

Sementara untuk sisanya, 13 desa/kelurahan untuk meraih predikat desa siaga bencana tingkat pratama akan dilakukan secara bertahap. Diperkirakaan hingga kepemimpinan Wali Kota Batu sampai tahun 2022 mendatang.

“Kami berupaya bisa mewujudkan 24 desa/kelurahan itu selama masa kepemimpinan Wali Kota Batu sampai tahun 2022,” tutupnya.

Sedangkan 7 desa/kelurahan berpredikat tingkat pratama itu yakni kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, Desa Sumbergondo, Desa Tulungrejo, Desa Pandanrejo, Desa Gunung Sari, dan Desa Junrejo.