Ilustrasi guru di era revolusi industri 4.0 (Ist)
Ilustrasi guru di era revolusi industri 4.0 (Ist)

MALANGTIMES - Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan serius bagi kalangan dunia pendidikan. Khususnya bagi para guru yang menjalankan proses belajar mengajar di berbagai sekolah selama ini. Pasalnya, kedatangan revolusi industri 4.0 telah mengubah berbagai sisi dalam dunia pendidikan saat ini.

Di tingkat pelajar, misalnya, paparan teknologi informasi melalui gawai, tak bisa lagi dicegah. Pun di sisi kebijakan pendidikan yang menyelaraskan dengan perkembangan teknologi dalam upaya menjawab kebutuhan dan tantangan masa depan. 

Misalnya, penerapan Education Public Service (EPS) berbasis teknologi informasi sebagai bagian percepatan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Malang.

Kondisi inilah yang membuat para guru terus didorong untuk "melek teknologi". Baik melalui berbagai pelatihan maupun pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, terkait penguasaan dan teknik mengajar dengan basis teknologi.

Hal ini, menurut Rachmat Hardijono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, memang tak bisa dielakkan dalam revolusi industri 4.0 ini. "Suka tak suka dunia pendidikan memang berubah dengan perkembangan zaman saat ini. Ini tak bisa dihindari oleh kita semua. Karena itu kita harus merapatkan barisan dan terus belajar menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan saat ini," ucapnya menyikapi kondisi dimana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia pendidikan saat ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, seperti diketahui, telah sejak tahun lalu mempersiapkan hal itu. Pemakaian EPS, pelatihan teknologi informasi kepada guru, serta pembiasaan menerapkannya di lingkup sekolah masing-masing terus digalang dan dikuatkan.

Penguasaan IT (teknologi informasi) menjadi keniscayaan yang harus dilakukan dan dikedepankan oleh guru saat ini. Tanpa hal tersebut, maka kualitas pendidikan di Kabupaten Malang akan berjalan di tempat. Bahkan bisa tertinggal jauh dengan sekolah lain yang seluruh pemangku kepentingannya telah menerapkan teknologi informasi dalam tugasnya.

"Karena itu, kita bersama-sama mengenali, belajar serta menguasai berbagai kebutuhan dalam melaksanakan tugas kita sebagai pendidik di era seperti saat ini. Kita harus merapatkan barisan untuk menyongsong tantangan ini," ujar Rachmat.

Terpisah, Dwi Sucipto Ketua  PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Malang, menyampaikan hal senada. Teknologi di era revolusi industri 4.0 telah membawa banyak perubahan besar. Karena itu, ucapnya, seluruh guru dipacu untuk terus belajar dan berubah serta tidak gagap teknologi (gaptek).

“Di era digital ini guru dituntut  terus belajar. Kalau guru gaptek ya sudah kelewat, kalah sama muridnya,” ujarnya.

Dirinya juga berharap banyak seluruh guru merapatkan barisan menghadapi berbagai perubahan yang disajikan oleh industri 4.0 saat ini. "Guru harus merapatkan barisan dan terbuka. Kalau menutup diri dari perubahan saat ini, maka akan ketinggalan jauh nantinya," ujar Dwi yang melalui PGRI kembali mengadakan workshop bertajuk Peningkatan Kompetensi dalam Mewujudkan SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0, dari tanggal 13 Oktober - 17 November 2019 mendatang.

Di acara itu, kembali guru dibekali berbagai kebutuhan dalam melaksanakan tugasnya di era revolusi industri 4.0. Dimana, di acara itu juga hampir sekitar 8 ribu guru dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK se-Kabupaten Malang dilatih untuk mampu menjawab berbagai tantangan yang ada.