Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Konsep sinergitas Pentahelix (akademisi, bussines, community, government, media) yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini rupanya bakal diikuti oleh DPRD Kota Malang.

Ya, DPRD Kota Malang tak ingin bergerak sendiri dalam setiap pengambilan keputusan kebijakan. Baik itu penentuan rancangan kebijakan peraturan daerah, atau yang lainnya. Karena pihaknya juga bakal menerapkan Public Hearing, semua masyarakat Kota Malang boleh mengikuti hearing. 

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan Public Hearing yang bakal diterapkan tersebut dengan melibatkan semua stakeholder, diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, pengusaha, akademisi dan mahasiswa. Namun, hal itu tetap disesuaikan dengan kapasitasnya masing-masing dalam setiap pembahasan kebijakan DPRD Kota Malang.

"Hasil dari Public Hearing ini yang nantinya bisa dijadikan pertimbangan dalam penetapan kebijakan," ujarnya.

Bahkan, sebelumnya sudah banyak dari kelompok mahasiswa ataupun lembaga swadaya masyarakat yang mendatangi DPRD Kota Malang. Menurutnya, kedatangan stakeholder tersebut disamping melakukan hearing juga turut memberikan saran.

Apalagi, banyak hal yang memang melibatkan kepentingan masyarakat. Karenanya, dengan konsep Public Hearing itu nantinya setiap kebijakan yang akan diambil DPRD Kota Malang bisa tepat sasaran.

"Satu orang dengan orang lainnya ini kan pendapatnya terkadang berbeda, harapan kami lewat Public Hearing itu bisa menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran," imbuhnya. 

Lebih lanjut, politisi PDIP ini juga menyadari jika tidak semua kebijakan bisa diterima dengan senang hati oleh semua warga Kota Malang. Namun, setiap kebijakan diharapkan mampu meraup dukungan dari banyak orang dan tidak merugikan.

"Jangan sampai setiap kebijakan itu merugikan banyak orang, jadi prinsipnya tetap pada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.