Suasana saat Wali Kota Malang Sutiaji bersama rombongan menjenguk Ahmad Jamroni di RSSA Kota Malang, Senin (14/10). (Humas Pemkot Malang)
Suasana saat Wali Kota Malang Sutiaji bersama rombongan menjenguk Ahmad Jamroni di RSSA Kota Malang, Senin (14/10). (Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Insiden yang dialami salah satu petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Malang, Ahmad Jamroni, yang terbakar saat memadamkan api di Jl Tutut, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang,  Sabtu (12/10), mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji bersama rombongan secara khusus menjenguk korban di ruang 16 unit instalasi rawat inap khusus luka bakar di RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang hari ini (Senin, 14/10). Menurut Sutiaji, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk turut merasakan apa yang dialami aparatnya  ketika mengalami musibah.

"Sebetulnya kejadiannya sudah sejak Sabtu kemarin. Namun saat itu sedang dalam tahapan recovery penanganan pertama. Sehingga hari ini baru berkesempatan menjenguk. Apalagi korban juga saat kejadian tengah menjalankan tugas," ujar Sutiaji.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Ahmad Jamroni. Yakni korban saat kejadian tengah dalam proses melaksanakan tugas untuk memadamkan kebakaran di sawah.

Namun, dalam emadaman tersebut, Ahmad kemudian terperosok ke selokan sedalam 8 meter. Tubuhnya tenggelam di dalam abu bekas kebakaran sehingga membuat kulit kaki dan tangannya melepuh.

"Jadi, ada tebu yang kebakaran.  SOP (standard operational procedure) sebetulnya sudah dilakukan sesuai. Baju yang dikenakan juga sesuai. Ini namanya musibah. Ternyata di dalamnya itu terdapat kubangan yang berisi limbah. Bayangkan saja, limbah panas kan membara. Dan korban terperosok ketika melakukan tugas pemadaman api," ungkap Sutiaji.

Dari kejadian tersebut, wali kota  mengharapkan ada penambahan SOP dalam pelaksanaan tahapan penanganan kebencanaan. Sehingga hal-hal yang merugikan bisa diantisipasi dengan baik.

"Ke depan memang ada tambahan SOP sebelum masuk ke titik itu harus ada pantauan lapangan. Salah satunya kita tanya kepada pemilik lahan lokasi itu. Apa-apa yang ada di dalamnya, sehingga hal-hal krusial bisa terantisipasi," tandasnya.

Sementara itu, dr Yance Hanzie Setyo yang menangani korban menyatakan jika luka yang dialami oleh Ahmad mencapai 37 persen di tubuhnya. Yakni mulai dari lengan tangan kanan dan kiri serta kaki. Pihaknya juga sudah melakukan tahapan pembersihan dan pemulihan pertama dengan melakukan operasi tahap awal.

"Sudah kami lakukan pembersihan di awal untuk keseluruhan luka. Sekarang proses tahap pemulihan. Operasi pertama juga sudah dilakukan. Kami akan lakukan observasi sekitar tiga hari ke depan. Kalau memang hasilnya baik, maka bisa diputuskan untuk pulang atau bisa juga ada tahapan operasi tahap kedua," jelasnya.