Ahmad Budiyanto (tengah) saat di Mapolres Tulungagung (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)
Ahmad Budiyanto (tengah) saat di Mapolres Tulungagung (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung mempersilahkan anggota Banser yang menjadi korban pengeroyokan untuk menempuh jalur hukum.

"Boleh (lapor), setiap warga yang dirugikan boleh melaporkan (jalur hukum),” ujar Wakil Ketua PCNU Tulungagung, Ahmad Budiyanto, Senin (14/10/19) pagi.

Disinggung penyebab terjadinya pengeroyokan itu, pria yang pernah menjabat sebagai ketua Banser itu mengungkapkan jika hal itu terjadi lantaran salah paham.

"Itu masalah pribadi, saya yakin polisi akan menyelesaikannya," tuturnya lebih lanjut.

Pihaknya menyerahkan masalah ini pada pihak kepolisian.  

Meski demikian, secara khusus dirinya meminta agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Dirinya tidak ingin permasalahan ini menjadi gaduh di kabupaten yang dikenal dengan slogan Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto ini.

Sebelumnya, rombongan Banser yang baru saja mengikuti apel di Prigi, Trenggalek diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Akibatnya 2 anggota Banser mengalami luka di kepala, Minggu (13/10/19) sore.

Menurut saksi di lapangan, Adi mengatakan awalnya ronbongan Banser ini melintas di Desa Talun Kulon selepas mengikuti apel.

Saat melintas itulah rombongan Banser yang berada di belakang diserang oleh sekelompok massa.

"Banser lewat, lalu dikeroyok," ujar Adi.

Saat ditanya kelompok yang melakukan penyerangan, Adi mengaku belum mengetahuinya.

"Kita masih belum tahu mas," pungkas Adi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi saat dihubungi melalui aplikasi pesan membenarkan kejadian itu.

Saat ini perkara sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini.

"Ini masih lidik," ujarnya singkat.

Saat disinggung apakah kejadian ini melibatkan perguruan silat, Hendi enggan berkomentar banyak.

"Masih kita dalami," pungkasnya.

Korban pengeroyokan saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Bandung.