Siapa Penyerang Banser di Tulungagung, LBH Ansor Lakukan Investigasi

Mendapat penyerangan dari kelompok massa yang tak dikenal terhadap Barisan Ansor Serba Guna (Banser), Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tulungagung membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Ketua PC Ansor, Muhammad Khoirul Rifai, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) telah melakukan investigasi terkait hal tersebut.

"Kejadian memang benar, LBH Ansor masih melakukan investigasi di lapangan untuk informasi terkait," kata Rifai.

Selain investigasi yang dilakukan, Rifai menegaskan jika telah koordinasi dengan pihak kepolisian dan mendapat keterangan jika polisi telah menangani masalah yang mengakibatkan dua personelnya terluka itu.

"Kemudian pihak kepolisian juga sudah menangani," terangnya.

Rifai belum memberikan informasi lebih jauh, namun dari keterangan Robingan, salah seorang anggota Banser diketahui jika sesaat setelah kejadian para pimpinan telah melakukan koordinasi.

"Ini masih koordinasi antar pimpinan," ujarnya.

Secara rinci, Robingan tidak mengetahui kronologi kejadian. Dirinya hanya tau jika penyerangan terjadi di Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung.

"Selesai acara Apel di Prigi (Trenggalek) dicegat segerombolan orang yang tidak suka Banser," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, rombongan Banser yang baru saja mengikuti apel di Prigi, Trenggalek diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Akibatnya 2 anggota Banser mengalami luka di kepala, Minggu (13/10/19) sore.

Menurut saksi di lapangan, Adi mengatakan awalnya ronbongan Banser ini melintas di Desa Talun Kulon selepas mengikuti apel.

Saat melintas itulah rombongan Banser yang berada di belakang diserang oleh sekelompok massa.

"Banser lewat, lalu dikeroyok," ujar Adi.

Saat ditanya kelompok yang melakukan penyerangan, Adi mengaku belum mengetahuinya.

"Kita masih belum tahu mas," pungkas Adi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi saat dihubungi melalui aplikasi pesan membenarkan kejadian itu.

Saat ini perkara sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini.

"Ini masih lidik," ujarnya singkat.

Saat disinggung apakah kejadian ini melibatkan perguruan silat, Hendi enggan berkomentar banyak.

"Masih kita dalami," pungkasnya.

Korban pengeroyokan saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Bandung.

 

Top