Ilustrasi No Bra Day (Ist)
Ilustrasi No Bra Day (Ist)

MALANGTIMES - Warga dunia sedang ramai membicarakan Hari Tanpa Bra atau kutang dalam bahasa keseharian jelata yang jatuh tepat  tanggal 13 Oktober, seperti dipercayai  banyak orang di berbagai negara.

Secara sejarah, Hari Tanpa Bra atau No Bra Day yang sedang ramai di media sosial (medsos) serta jadi pemuncak trending topic di Twitter, Minggu (13/10/2019), masih bisa diperdebatkan. Seperti dari nukilan beberapa pendapat yang menyebutkan  awal mula penetapan No Bra Day terinspirasi dari kampanye ahli bedah plastik yang berpraktik di Toronto, Kanada, Dr Mitchell Brown pada 2011 lalu. Dia menginisiasi BRA (Breast Reconstruction Awareness) Day yang bertujuan mengedukasi pasien tentang mastektomi (operasi pengangkatan payudara yang salah satunya bertujuan mencegah berkembangnya kanker payudara) pada tanggal 18 yang dipilihnya sebagai BRA Day. 

Lepas dari polemik itu, hari melepas kutang ini memang terbilang ramai di perbincangkan di Indonesia. Tentunya tanpa aksi seperti di berbagai belahan dunia lain, yakni para perempuan ramai-ramai melepas kutang secara eksplisit di ruang-ruang publik.

Perempuan Indonesia cukuplah puas merayakan hari melepas kutang di medsos tentunya melalui cuitan sebagai ajang dan bagian dalam mendukung gerakan yang sejak 1960-an telah digaungkan oleh para feminis di Amerika.

@adesahara14 menulis,  "Perempuan sedunia memperingati hari tanpa bra sedunia, mengajak para perempuan tidak memakai bra seharian. bukan hal yg bercanda, karna hari tanpa bra sedunia ini mengajak seluruh perempuan agar concern pada kanker payudara yg terkenal ganas hingga merenggut nyawa."

Bagi warganet lainnya, ajakan melepas bra seharian bukanlah sesuatu yang memberatkan. Pasalnya, ada juga yang memang setiap hari tak menggunakan kutang, seperti yang dituliskan @ichafredie. "#NoBraDay hari ini yaa?
kalo aku sih everyday." tulisnya santai.

Warganet lainnya pun memanfaatkan hari melepas kutang ini sebagai pelampiasan bagi anggota tubuhnya untuk bisa "bernapas" lebih bebas. "Leganyaaa #NoBraDay," cuit @iam_tinkerbelll.

Terlepas dari misi yang diusung dalam No Bra Day yang dicuitkan oleh 27,4 ribu warganet sampai hari ini, misalnya terkait serangan kanker payudara serta lainnya, #NoBraDay pun tak lepas dari kicauan  usil warganet berjenis kelamin laki-laki.

@Iwakrstwa_ menuliskan, "#NoBraDay isi nya cowo semua ih jintan."

Warganet lainnya menuliskan hal seperti ini. " Ke mall ah sapa tau dapet bonus liat mamah2 gemes lg #NoBraDay," cuit @Dee_******.

Senada @Selllllaaa juga membuat joke terkait No Bra Day ini. "Haaahh #NoBraDay ??? Auto ga perlu liat muka, cukup sedikit nurunin pandangan aja wkwk," ujarnya.

Berbagai komentar warganet berjenis laki-laki itu sebenarnya tak lepas juga dari polemik hari melepas kutang. Blogger feminis Louise Pennington telah lama juga menyatakan hal tersebut.  Pennington menuliskan, para laki-laki bersemangat untuk melihat puting-puting perempuan yang dipublikasikan di media sosial saat kampanye ini dijalankan.

"Apakah mereka benar-benar tertarik akan isu kanker payudara dan berapa banyak perempuan yang meninggal karenanya seperti dikatakan melandasi kampanye ini?" ucapnya.

Pennington melanjutkan, "Tidak jarang, orang hanya tertarik ikut kampanye dengan alasan tak ingin tertinggal tren atau supaya tampak peduli terhadap isu yang digadang-gadangnya."

@AfnanAbidzar03 menabalkan pernyataan Pennington terkait hari melepas kutang se-dunia ini. "#NoBraDay Buat yang gede, yang tepos gak usah ikut ikut," cuitnya.