Seniman Lukis Bersaing dengan Teknologi

Sep 28, 2015 08:47
Foto: Agus Muhammad/malangtimes
Foto: Agus Muhammad/malangtimes

MALANGTIMES - Seniman lukis terancam dengan adanya gambar printing dari luar daerah. Hal ini karena harga gambar printing yang menyerupai lukisan memiliki harga yang lebih murah.

Saat ini, gambar printing dapat dijumpai di beberapa toko oleh-oleh, beberapa juga terlihat dijual di pinggir-pinggir jalan saat hari libur. Dari gambar printing terlihat ada yang mirip dengan hasil karya lukisan para seniman.

Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19

"Selain harga gambar printing tersebut jauh lebih murah ketimbang lukisan kita, hasil karya lukisan kita ini sangat rawan menjadi korban plagiat dari pelaku-pelaku industri," ujar Supri Picaso kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), Senin (28/9/2015).

Harga gambar printing yang ditawarkan cukup murah, harganya berkisar Rp 50 ribu. "Di Bandung malah ada yang Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu. Kalau harganya seperti itu tentu berdampak pada para pelukis," ungkap Picaso.

Akibat dari serbuan gambar printing tersebut, Picaso mengatakan tidak ada pilihan lain selain tetap menjaga dan meningkatkan mutu karyanya untuk dapat menarik perhatian para wisatawa dan penggemar lukisan di Kota Batu.

Sementara itu, Indra, penjual gambar printing mengatakan bahwa saat ini minat wisatawan untuk membeli gambar printing meningkat.

Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?

"Mereka hanya ingin membeli gambar yang indah untuk memperindah ruangan tempat tinggal, kalau beli lukisan asli tentu harganya mahal, karena itu mereka lebih memilih membeli lukisan kita yang lebih murah," tandas Indra. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
senimanPelukis

Berita Lainnya

Berita

Terbaru