Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan dan Gizi Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, S.ST, M.M (Arifina)
Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan dan Gizi Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, S.ST, M.M (Arifina)

MALANGTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menargetkan lima tahun ke depan lansia di 'Bhumi Arema' bisa terlayani kesehatannya. Hal itu karena saat ini para lansia rata-rata belum memiliki kesadaran untuk melihat perkembangan kesehatannya dengan rutin.

Lansia menjadi perhatian bagi Dinkes karena Kota Malang ingin memperpanjang angka hidup warganya dari tahun ke tahun.

Saat ini lansia Kota Malang dari data yang diperoleh dari Dinkes ada di angka 92.000 jiwa, dan itu adalah angka yang besar, lebih banyak dari jumlah balita yang lahir di 'Bhumi Arema'.

"Untuk yang 38.000 itu yang pra lansia, jadi kami bedakan," ujar Meifta Eti Winindar, S.ST, M.M, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan dan Gizi Dinkes Kota Malang.

Sementara untuk ini lansia di Kota Malang yang sudah terlayani BPJS menyentuh angka 46 koma sekian persen. "Kenapa kurang dari 50 persen, karena para lansia hanya akan mendaftar jika saat ada masalah pada kesehatannya saja," ungkapnya.

"Padahal kami berharap para lansia terus datang ke layanan kesehatan guna untuk melihat perkembangan kesehatannya, bukan saat sakit saja," imbuh Miefta.

Lanjut Miefta, lima tahun kedepan para lansia sudah bisa terlayani kesehatannya dengan maksimal. Dengan itu ia juga meminta kepada lansia agar bisa rutin memeriksakan kesehatannya.

"Targetnya lima tahun kedepan, semua lansia 100 persen terlayani kesehatannya," ucapnya.

Di sisi lain, Miefta juga mengungkapkan bahwa kedepan tidak hanya lansia saja yang tercover kesehatannya melalui BPJS, tapi juga untuk seluruh warga Kota Malang.

"Untuk layanan BPJS saya harap tidak untuk lansia saja, kami berharap untuk seluruh masyarakat Kota Malang bisa ter-cover semuanya," pungkasnya.