Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

MALANGTIMES - Pembangunan Stasiun Malang Kota baru dinilai mendesak. Pasalnya, jumlah penumpang yang melalui stasiun utama Kota Malang itu mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Hingga September 2019 lalu, tercatat peningkatan jumlah penumpang mencapai 7,35 persen dari target. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta api dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan secara nasional. Data penumpang yang naik di Stasiun Malang Kota baru pada 2017  mencapai 1.625.649 orang. Angka itu naik 15,1 persen pada 2018 menjadi 1.871.481 penumpang sepanjang tahun. 

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengungkapkan, capaian jumlah penumpang yang naik dari Malang pada 2019 ini juga menunjukkan tren positif. "Periode Januari sampai dengan September 2019 realisasi jumlah penumpang mencapai 1.540.557 penumpang, melampaui 7,35 persen dari program," terangnya.

Jumlah tersebut, lanjutnya, melampaui target yang sudah ditetapkan yakni 1.435.109 penumpang. Selain peningkatan penumpang reguler, tingginya minat wisatawan yang datang ke Malang Raya juga ikut memberikan kontribusi. "Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, merupakan kota wisata yang mampu mengundang minat wisatawan dari kota-kota lain di Indonesia sebagai tujuan utama dalam hal pariwisata," terangnya.

Prapto menilai, peningkatan tersebut salah satunya didukung faktor sarana maupun prasarana transportasi yang ada. "Oleh karena itu, pembangunan stasiun merupakan salah satu faktor yang penting sebagai transit wisatawan yang datang ke Kota Malang," tambahnya.

Dibandingkan secara umum di wilayah Daop 8 Surabaya, peningkatan penumpang di Stasiun Malang Kota baru lebih tinggi. Tercatat pada 2018, jumlah penumpang yang naik mencapai 11.267.746 orang. 

Angka pertumbuhannya mencapai 9,3 persen dibandingkan 2017 dengan jumlah 10.316.136 penumpang. Sementara, untuk 2019 dari periode Januari hingga Oktober jumlah penumpangnya sudah mencapai 9.271.834 orang, atau 5,11 persen dari program yang telah ditentukan.

Stasiun yang terletak pada ketinggian +444 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi 8 Surabaya dan merupakan stasiun kereta api terbesar di Kota Malang. "Stasiun ini memiliki sembilan jalur kereta api. Ke depan, ada juga wacana pembangunan jalur paralel," pungkasnya.