Bagus Sulistyawan Camat Singosari bersama tim saber sampah saat memberikan penjelasan kepada warga yang buang sampah sembarangan (Nana)
Bagus Sulistyawan Camat Singosari bersama tim saber sampah saat memberikan penjelasan kepada warga yang buang sampah sembarangan (Nana)

MALANGTIMES - Hati-hati membuang sampah sembarangan di wilayah Singosari. Pasalnya, sekarang Singosari telah memiliki tim saber sampah yang khusus memolototi masyarakat atau siapapun yang bandel membuang sampah sembarangan.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Tim Saber Sampah Singosari itu berasal dari unsur Muspika Kecamatan, UPT Lingkungan Hidup, UPTD Pasar, beserta para lurah Pagentan, Losari, dan Candirenggo serta perwakilan  masyarakat lainnya. Mereka bertekad untuk menguatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat Singosari terkait dampak sampah secara berkelanjutan.

Tak tanggung-tanggung, tim saber sampah Singosari akan mencegat siapapun yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Pembuang sampah itu pun akan diminta kartu tanda kependudukan (KTP) atau identitas lainnya. Dimana, tim akan membawa KTP atau identitas lainnya ke kantor kecamatan. Sedangkan pembuang sampah sembarang bisa mengambilnya setelah diberi pembinaan.
Hal ini dibenarkan oleh Camat Singosari, Bagus Sulistyawan yang secara langsung memimpin tim saber sampah dari pukul 03.00 WIB sampai 06.30 WIB di sekitar Puji Sari Kendedes Singosari. "Benar sejak dini hari sampai tadi pagi, kita lakukan saber sampah. Ada sekitar 90 personil yang terlibat dalam acara ini," kata mantan Camat Dampit, kepada MalangTimes, Jumat (11/10/2019).

Bagus melanjutkan, tim saber sampah merupakan kesepakatan lintas sektoral di wilayah Singosari. Dimana, tugas tim saber sampah sampai saat ini adalah melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada siapapun yang membuang sampah sembarangan.
"Ini ide baru kita semua melihat masih saja ada orang yang buang sampah sembarangan. Walau pun tentunya tim saber sampah ini bukan dalam konteks penindakan atau pemberian sanksi kepada yang ketahuan membuang sampah sembarangan," terang Bagus.

Pernyataan Bagus memang terlihat dari beberapa warga yang terkena pengawasan saber sampah. Dimana, bebebeapa orang tersebut pun langsung diberhentikan dan diminta untuk memungut sampah yang dibuangnya sembarangan. Tak hanya itu, mereka pun dimintai identitas diri yang dibawa oleh tim saber sampah ke kecamatan. "Identitas ini nanti diambil ke kecamatan. Dimana di saat pengambilan itu kita lakukan pembinaan terkait pelanggarannya di kecamatan. Jadi tim saber ini lebih pada penekanan sosialisasi dan pembinaan yang diharapkan bisa lahir kesadaran atas lingkungan bersih dan sehat," ujar Bagus.

Inovasi pembentukan tim saber sampah Singosari ini patut diapresiasi. Walau pun Pemerintah Kabupaten Malang memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2018 terkait pengelolaan sampah. Aksi nyata dengan adanya pengawasan langsung dan melibatkan pemangku kepentingan di Singosari, akan memberikan dampak dan dukungan kuat atas regulasi daerah tersebut.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Selain hal itu, masih menurut Bagus yang didampingi oleh Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo Rianto dan Danramil 0818/26 Kapten Arm Abdul Qodir. Aksi yang dilakukan itu juga sebagai wujud implementasi dari gerakan nasional Revolusi Mental (Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2016) khususnya yaitu gerakan Indonesia Bersih yang juga merupakan misi pertama Kabupaten Malang.
"Inilah yang jadi dasar kita semua mengadakan saber sampah di Singosari. Selain kita tahu kawasan ekonomi khusus (KEK) telah siap juga dibangun di Singosari. Persoalan sampah tentunya perlu terus dimasifkan kepada masyarakat. Baik pengawasannya maupun sosialisasinya," ujar Bagus.

Senada, Kapolsek Singosari, Untung, juga mengatakan, tim saber sampah ini memang ditujukan dalam penekanan pada peningkatan kesadaran masyarakat terkait sampah. "Acara ini untuk semakin menguatkan kesadaran masyarakat. Dimana, masyarakat diajak semakin menyadari wilayahnya dengan cara menjaganya bersama-sama. Pun terkait sampah. Jadi bagi yang buang sampah sembarangan kita berikan penguatan melalui pembinaan," ucapnya. 

Harapannya, mereka bisa berubah dan menjadi bagian dalam memberikan edukasi erkait sampah di wilayahnya masing-masing.
"Ini harapan kita semua. Selain terwujud masyarakat tertib hukum juga harmonis dan kuat gotong royongnya dalam menghadapi persoalan di wilayah Singosari ini," pungkas Untung.