Pelayanan di Kantor BP2D Kota Malang (Humas.malangkota.go.id)
Pelayanan di Kantor BP2D Kota Malang (Humas.malangkota.go.id)

MALANGTIMES - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang terus berupaya membuat  wajib pajak (WP)  self assesment tertib membayar pajak.

Caranya, wajib pajak self assesment diminta rutin melaporkan omzetnya per bulan atau menyampaikan surat pemberitahuan pajak daerah (SPTPD) untuk ketetapan pajaknya. Self assesment dalah yang melaporkan sendiri  pajaknya, seperti pengelola restoran, tempat hiburan, dan hotel.

Pelaporan tersebut dilakukan rutin setiap tanggal 1 sampai 10 tiap bulan.  BP2D mengimbau agar wajib pajak tidak melaporkan omzetnya melebihi batas waktu yang ditentukan. Sebab, jika nantinya terlambat melaporkan omzet, mau tidak mau denda 25 persen dari pokok pajak otomatis akan dikenakan kepada para wajib pajak self assesment.

"Kami rutin mengingatkan ada denda terlambat melaporkan sebesar 25 persen. Kemudian ditambah sanksi administrasi terlambat membayar sebesar dua persen. Kami harapkan masyarakat tertib melaporkan," ungkap Kabid Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Kota Malang Dwi Cahyo TY.

Menurut Cahyo, hal tersebut dihitung dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar untuk jangka waktu maksimum paling lama 24 bulan dihitung sejak saat terutangnya pajak.

"Maksimum 24 bulan. Dan untuk juga semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, kami juga rutin membuka pelayanan di salah satu mal setiap tanggal 15," ungkapnya ditemui di gedung DPRD Kota Malang usai melakukan hearing dengan dewan.