MALANGTIMES - Persoalan kekurangan pengawas sekolah di berbagai wilayah, masih jadi pekerjaan rumah seluruh pemangku kepentingan. Tak terkecuali di Kabupaten Malang yang memiliki ratusan lembaga pendidikan di tingkat SD dan SMP.

Kondisi itu, tentunya menjadi dilema di saat banyak harapan yang digantungkan agar pendidikan terus naik kualitasnya. Tapi, di sisi lainnya, yaitu pengawasan lembaga sekolah, personel pengawasnya jauh di bawah ideal dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Dari data Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI), pengawas sekolah di Kabupaten Malang sampai tahun ini masih sangat jauh dari ideal. Yakni, satu pengawas bertugas untuk memonitoring 40-45 lembaga pendidikan. Padahal, idealnya adalah satu pengawas bertugas mengcover 7 lembaga saja.

Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pun, tak menampik bahwa untuk pengawas sekolah di wilayahnya memang masih jauh dari ideal. 
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rachmat Hardijono melalui Suwandi Kabid Tenaga Teknis Kependidikan, yang menyampaikan, kebutuhan pengawas sekolah baik SD dan SMP memang masih kurang terbilang banyak.

"Kebutuhan atas pengawas sekolah di tingkat  SMP sejumlah 34 orang. Sedangkan, saat ini baru tersedia 9 orang pengawas saja," terang Suwandi terkait kekurangan tenaga pengawas sekolah.
Artinya, masih ada kekurangan sebanyak 25 pengawas untuk lembaga pendidikan tingkat SMP di Kabupaten Malang.

Sedangkan untuk pengawas sekolah jenjang SD, lanjut Suwandi, sampai saat ini hanya berjumlah 73 orang. "Sedangkan kebutuhan pengawas di jenjang SD sekitar 112 orang," ujarnya yang juga menyebut ada kekurangan pengawas sebanyak 39 orang.

Total kebutuhan pengawas sekolah di dua jenjang lembaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, adalah sebanyak 64 orang. Sedangkan dalam seleksi substansi pengawas sekolah yang sedang digelar, peserta hanyalah sebanyak 58 orang. 

Dimana, jumlah bakal calon pengawas sekolah itu juga belum bisa dipastikan bisa semuanya lolos menjadi calon dan mengikuti tahapan berikutnya hingga menjadi pengawas.

Seperti diketahui, lembaga pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Malang mencapai 1.491 unit, tidak termasuk lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Dari total sekolahan itu, maka dengan rumusan ideal pengawasan sekolah, satu berbanding 7, membutuhkan  213 pengawas sekolah.

Kondisi inilah yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Malang yang telah menargetkan kualitas pendidikan setiap tahunnya wajib naik. Bahkan, Bupati Malang Sanusi meminta agar seluruh lulusan lembaga pendidikan bisa meraih nilai di angka 9 dalam ujian nasional.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan itulah, peran pengawas sekolah yang sebenarnya secara jumlah belum ideal dan terjadi diberbagai wilayah Jawa Timur (Jatim) lainnya. Menjadi penting untuk terus diminimalisir kekurangannya. 

Pasalnya, pengawas sekolah memiliki ranah dalam melaksanakan supervisi manajerial, supervisi akademik dan evaluasi pendidikan pada satuan pendidikan.

Melalui tugasnya itulah, maka peningkatan kualitas pendidikan bisa dikerek bersama dengan kepala sekolah, guru, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, secara cepat.