MALANGTIMES - Tiga nama calon Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Dinas Komunikasi dan Informatika, telah ada di tangan panitia seleksi (pansel) pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama.

Nama-nama tersebut terjaring melalui rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan oleh pansel dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti diketahui, hampir sekitar satu tahun, tiga pucuk pimpinan di OPD tersebut kosong dan hanya diisi oleh Plt Kepala Dinas. Kondisi tersebut membuat roda di tiga OPD tak bisa berjalan secara maksimal. Sehingga dilakukan lah seleksi untuk pengisiannya yang dilakukan oleh tim Pansel yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono.

Dari rangkaian seleksi, maka dihasilkan lah sembilan nama dari 14 peserta yang mengikuti pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama.
9 Nama inilah yang menurut Didik Budi akan diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Walaupun dari jumlah tersebut telah keluar 3 nama dengan nilai tertinggi dalam seleksi dengan sistem terbuka itu.

"Nama-nama itu wajib diusulkan ke KASN. Walaupun sudah ada tiga calon dengan nilai tertinggi. Tapi, kita belum bisa menyampaikannya. Tunggu persetujuan dari KASN. Ini tahapan wajib yang harus kita lakukan," kata Didik Budi kepada MalangTimes, Kamis (10/10/2019).

Didik Budi juga menjelaskan, 9 nama yang akan diusulkan ke KASN, terdiri dari 3 nama dengan nilai tertinggi dari jabatan yang diperebutkan itu.
"Jadi setiap OPD ada tiga nama dengan nilai tertinggi. Sehingga muncul total 9 nama yang akan diusulkan," ujarnya.

Walau belum bisa menyampaikan siapa saja nama-nama tersebut, Didik Budi menegaskan, semuanya telah menempuh berbagai seleksi yang dipersyaratkan. Yakni, seleksi administrasi,  uji kompetensi dan tes wawancara. 

"Semua telah melalui proses dan seleksi. Nantinya 9 nama itu yang akan disetujui KASN dan diserahkan ke Bupati. Siapa yang nantinya akan menjabat jadi kepala OPD itu, ada di Bupati. Karena itu, kita tak bisa menyampaikan nama-nama itu sekarang," terang Didik Budi.

"Selain itu, 9 nama tadi juga akan melalui proses persetujuan KASN. Apakah disetujui atau tidaknya. Jadi tahapannya berlapis-lapis," imbuhnya.

Hal ini juga disampaikan senada oleh Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dimana, mantan Kabag Hukum ini mengatakan, bahwa nama yang diusulkan dari pansel akan diajukan ke KASN.

”Ini memang merupakan tahapan wajib yang harus dilakukan. Setelah nama di setujui KASN, baru kemudian diserahkan ke Bupati," ujarnya. 
Sebelum adanya persetujuan KASN, lanjut Nurman, pihaknya belum bisa menyampaikan secara langsung siapa nantinya dari 9 nama itu yang akan menjadi kepala dinas di 3 OPD terkait.

"Tapi, kami pastikan 9 nama itu telah melalui seleksi terbuka dan nilainya tertinggi dari seluruh peserta. Selain itu proses seleksi juga melibatkan pihak akademisi dan transparan," ujar Nurman yang kembali menegaskan, siapa yang akan menduduki jabatan itu ditentukan persetujuan KASN dulu, baru Bupati yang menentukan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Malang sejak September lalu membuka seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (lelang jabatan) untuk tiga OPD. Dimana, seleksi  diikuti sebanyak 14 peserta. Yakni, dr RA Ratih Maharani, M.M.R.S, drg Dessy Deliyanti, dr Benidiktus Setyo Untoro, drg Arbani Mukti Wibowo, dr Nur Rochman M.M.R.S, dan Gunawan Djoko Untoro, untuk mengisi jabatan kepala Dinas Kesehatan.

Sementara untuk Dinas Kominfo, ada  empat peserta masing-masing, Drs Atsalis Supriyanto MSi, Aniswaty Azis SE, MSi, Ir Henry Mulia Baharudin Tanjung MSi, Ferry Hari Agung ST MT. Sedangkan di Dinas PU SDA, ada empat peserta masing-masing Ir Untung Sudarto MT, Ir Avicenna Medisica Sani Putera MT, Ir Dwi Siswahyudi MT, Ir Raden Anang Udayana S.P.I.