MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kembali menggelar seleksi terhadap bakal calon pengawas di lingkungan sekolah dasar (SD) dan SMP. Seleksi tersebut untuk mendapatkan calon pengawas sekolah yang memiliki kualifikasi dan kompetensi, seperti dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah.

 Menurut aturan itu, pengawas sekolah harus memiliki kualifikasi dan kompetensi dalam  pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Berdasarkan tugas tersebut, pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan untuk peningkatan mutu pendidikan.

Untuk mendapatkan pengawas sekolah yang dipersyaratkan itulah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, menggelar seleksi substansi terhadap 58 bakal calon (balon) pengawas SD dan SMP di Kabupaten Malang. Setelah melakukan tes administrasi seluruh balon pengawas.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rachmat Hardijono melalui Sujarwo Kasie Penilik dan Pengawas, yang menyampaikan, seleksi substansi balon pengawas SD dan SMP dilaksanakan dalam upaya mencari calon pengawas unggul.


"Tujuan seleksi adalah mencari calon pengawas yang memiliki potensi pengawasan sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan daerah," ucap Sujarwo, Rabu (9/10/2019).
Selain hal itu, seleksi substansi yang dilakukan di salah satu hotel di wilayah Kepanjen  berlangsung dari tanggal 8-13 Oktober 2019. Dimaksudkan juga untuk proyeksi kebutuhan pengawas sekolah 5 (lima) tahun mendatang. Dimana, dalam rentang waktu itu jumlah pengawas sekolah ada yang  memasuki usia pensiun/mutasi pada jabatan lain, pembangunan unit sekolah baru, jumlah satuan pendidikan, jumlah guru, kesesuaian jenjang dan jenis satuan pendidikan, yang akan mempengaruhi kebutuhan idela pengawas sekolah.
"Hal inilah melalui  Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Kepala Sekolah (LP2KS), dilaksanakan seleksi jabatan fungsional calon pengawas sekolah ini," ujar Sujarwo yang juga menyampaikan ada lima asesor dari LP2KS Solo yang melakukan seleksi dan penilaian terhadap para balon pengawas sekolah.
Para balon yang mengikuti seleksi substansi ini akan mengikuti berbagai tahapan kegiatan. Yakni, penilaian proposal konsep rencana pengawasan, presentasi dan wawancara serta evaluasi. Tiga tahapan itulah yang nantinya akan dinilai oleh asesor dari LP2K Solo.
Ridwan Cahya, pelaksana seleksi menyampaikan, di tahap presentasi, penilai akan melihat penguasaan materi kepengawasan dan pemanfaatan media. Sedangkan wawancara untuk lebih memastikan penguasaan substansi dan program kepengawasan serta kepribadian dan motivasi calon pengawas. 
"Dari tiga tahapan seleksi itu akan dinilai dengan bobot yang berbeda," ujar Ridwan yang juga menyebut, bagi yang lulus menjadi calon pengawas sekolah, masih ada tahapan lainnya.


Yakni, tiap calon pengawas harus mengikuti on job training (OJT) 1, lalu In-Service Training, dan diakhiri dengan OJT tahap 2.  "Jadi memang ada berbagai lapis yang harus diikuti sampai akhirnya menjadi pengawas sekolah," imbuh Ridwan.
Sebelumnya, Kabid Tenaga Teknis Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwandi mengungkapkan, kebutuhan pengadaan pengawas sekolah adalah 200 calon yang diproyeksi. Akan tetapi, lanjutnya, yang terjaring dalam seleksi awal hanya 77 calon pengawas, dan yang memenuhi ketentuan seleksi substansi sejumlah 58 orang. 
"Seleksi pengawas sekolah ketat, karena mensyaratkan 6 kompetensi inti yang harus dimiliki. Sehingga dari seleksi awal sampai ke seleksi substansi cukup banyak yang tidak lulus," ujar Suwandi yang menyebutkan enam kompetensi inti pengawas sekolah.
Yakni, kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan serta kompetensi sosial.
Suwandi melanjutkan, kebutuhan atas pengawas sekolah di tingkat  SMP  sejumlah 34 orang. Sedangkan, saat ini baru tersedia 9 orang pengawas saja. 
"Sedangkan untuk jenjang SD, kebutuhan pengawas sebanyak 112 orang. Sementara, saat ini hanya tercatat 73 pengawas SD saja," ujarnya.
Cukup banyak kekurangan pengawas sekolah ini, memang akan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Malang ke depannya. Tapi, dengan seleksi ketat pengawas sekolah, walau dimungkinkan tak bisa menutupi kebutuhan di lapangan. Kualitas pengawas sekolah yang dihasilkan dipastikan unggul serta sesuai dengan berbagai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan.