MALANGTIMES - Sistem penyelenggaraan pendidikan di Kota Malang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Termasuk yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa.

Mereka juga berkesempatan mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai pelayanan dasar yang wajib diberikan oleh negara.

Komitmen Dinas Pendidikan Kota Malang terhadap implementasi pendidikan inklusif terus ditingkatkan. Salah satunya dengan meningkatkan mutu layanan pendidikan Guru Pendamping Khusus (GPK) Sekolah Inklusi.

Beberapa waktu yang lalu, puluhan Guru Pendamping Khusus (GPK) se Kota Malang mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan (PMLP) Guru Pendamping Khusus (GPK) Sekolah Inklusi di SDN Pandanwangi 3 Malang.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM menyampaikan materi kebijakan Pemerintah Kota Malang dan Dinas Pendidikan terkait peningkatan layanan pendidikan, termasuk pendidikan inklusi. "Karena sejatinya seluruh anak bangsa memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses serta layanan pendidikan termasuk anak berkebutuhan khusus," ujarnya.

Ia berharap bimtek tersebut membawa manfaat baik bagi satuan pendidikan, guru pendamping khusus, siswa reguler, siswa inklusi dan masyarakat luas. "Demi peningkatan kualitas dan layanan pendidikan inklusi di Kota Malang,” tandasnya.

Ketua pelaksana sekaligus Kepala SDN Pandanwangi 3 Malang, Drs Mashuri MPd mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut di antaranya untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan Guru Pembimbing Khusus (GPK) bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Caranya dengan memberikan penguatan kapasitas kepada GPK Sekolah Inklusif di sekolah umum maupun SLB.

"Sekolah dan stakeholder sasaran mendapatkan kesempatan untuk memiliki pengalaman pengimbasan tentang pendidikan inklusif kepada sekolah lain tentang materi kebijakan pendidikan inklusif, yang dibutuhkan bagi GPK dan tenaga pendidik dan kependidikan sehingga terjadi peningkatan mutu pembelajaran pendidikan inklusif di sekolah sesuai SNP," bebernya.

GPK dan guru kelas/mata pelajaran peserta bimtek tentu mendapatkan penguatan pengetahuan dan kompetensi baru tentang pendidikan inklusif. Lalu, mendapatkan peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam mengimplementasikan Pendidikan Inklusif serta menjamin dapat meningkatkan kualitas proses pembelajarannya sesuai dengan prinsip-prinsip GPK Sekolah Inklusif.

"Selain itu meningkatkan dukungan, motivasi, dan partisipasi bagi sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan utamanya pendidikan inklusif sebagai implementasi dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)," ucapnya.

Selama empat hari berturut-turut, puluhan Guru Pendamping Khusus yang mengikuti kegiatan ini memperoleh berbagai materi. Di antaranya mengenai tugas dan fungsi GPK dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, Peran dan fungsi pusat sumber, Keragaman Peserta Didik Inklusif, Program Kebutuhan Khusus/Kompensatoris, Identifikasi dan Asesmen, Program Pendidikan Individual, Akomodasi Kurikulum dan perancangan RPP, Praktek Kolaboratif identifikasi asesmen, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian, Pengembangan diri GPK dan lain-lain.

Pemateri atau narasumber dihadirkan propinsi, dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta narasumber dari SDN Pandanwangi 3 Malang.