MALANGTIMES - Penghargaan di Hari Kesehatan Lingkungan Se-Dunia, turut mengharumkan nama Dinas Kesehatan Kota Malang. Ya, salah satu Sanitarian Pelaksana dari Puskesmas Polowijen Anita Resky DS berhasil meraih penghargaan sebagai Sanitarian atau Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Terbaik di tahun 2019 ini.

Proses hingga diraihnya penghargaan tersebut berkaitan dengan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) 5 pilar yang digaungkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk diterapkan di semua wilayah di Indonesia. Kota Malang, berhasil dengan pilar yang pertama yakni bebas ODF atau stop Buang Air Besar Sembarangan.

"Kalau penghargaan itu untuk STBM Award memanh khusus ke ODF. Tahun ini untuk STBM berkelanjutan itu kita sudah menyelesaikan pilar pertama. Dan selanjutnya akan naik ke pilar 2, 3, 4, dan 5," ujar Anita saat ditemui MalangTIMES.com beberapa waktu lalu.

Diketahui, untuk 5 pilar STBM meliputi, stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengel   olaan air limbah rumah tangga.

Anita menjelaskan, terkait dengan fokus pilar utama ODF tersebut dari Puskesmas Polowijen dianggap telah berhasil dalam merubah perilaku masyarakat. Yakni, untuk tidak buang air besa sembarangan (BABS) di kali atau sungai.

"Kami dianggap membantu untuk perubahan perilaku ODF di masyarakat. Apalagi untuk mengubah perilaku BABS tidaklah mudah. Salah satunya saja, bayi yang masih mengenakan Diapers untuk sampahnya tidak dibuang ke sungai. Nah kita berhasil mengurangi itu dan bisa membawa pulang penghargaan ini," imbuhnya.

Lebih lanjut ia jelaskan, jika bentuknya dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan masyarakat hingga pemberdayaan masyarakat terkait limbah kotoran dari BABS tersebut. Seperti, dengan melakukan pembersihan pada Diapers sebelum dibuang ke tempat sampah, atau bisa untuk dijadikan kerajinan tangan.

"Karena tujuan kami di STBM pilar pertama itu, semua warga Kota Malang sudah punya septi tank dan tidak lagi membuang kotoran di kali. Kita juga memberikan edukasi ke ibunya, kalau anaknya habis BAB, diapersnya jangan lgsung dibuang di kali. Tapi bisa dibersihkan dulu di kloset, baru dibuang ke tempat sampah. Bahkan bisa untuk dijadikan kerajinan tangan," pungkasnya.