MALANGTIMES - Aliansi Dosen Nahada (ADN) yang resmi berdiri pada hari ini, Rabu (9/10/2019) bertekad akan memberantas paham radikal yang menjangkit di mahasiswa.

ADN mengajukan kepada rektor dan para pejabat di perguruan tinggi pada umumnya untuk melakukan deteksi dini paham radikalis kepada mahasiswa baru (maba).

"Jadi mahasiswa baru kita coba untuk melihat apakah ada benih-benih radikal. Jika ada maka kita akan dekati dengan cara yang sebaik-baiknya," ujar Ketua Umum ADN, Imam Hambali.

Ia menegaskan, pendeteksian itu akan dilakukan kepada setiap mahasiswa baru.

"Mahasiswa baru sampel 100 persen. Dalam arti, sampel populasi akan kita lakukan setiap penerimaan mahasiswa baru. 100 persen kita lihat satu persatu," tandasnya.

Kepada MalangTIMES ia menjelaskan, cara pendeteksiannya ada alat asesmennya tersendiri.

"Kami mengembangkan alat asesmen itu. Dan tentu kita tidak bisa melakukannya dengan cara-cara yang frontal. Tapi kita tetap melaksanakan dengan tata cara-tata cara yang halus dan mahasiswa merasa senang," bebernya.

Deteksinya, lanjutnya, tidak seperti deteksi pada penyakit-penyakit fisik, namun lebih ke arah psikologis.

"Mahasiswa baru justru kita tekankan supaya tidak terjadi (radikal)," tegasnya.

Lantas bagaimana dengan mahasiswa semester tua? Ia menjelaskan, pendeteksian itu dilakuan melalui dosen.

"Kita bisa mendeteksi melalui dosen-dosen.
Dengan cara seperti itu kita berpadu dalam sebuah gerakan-gerakan cinta tanah air, cinta NKRI," ucapnya.

Selain itu tentu, melalui kegiatan-kegiatan yang positif yang melibatkan seluruh komponen mahasiswa. Terutama kegiatan-kegiatan yang implementatif, baik itu dari sisi akademik maupun non akademik.

Nantinya, pembimbingan untuk mahasiswa lama juga dilakukan melalui diskusi-diskusi. Baik diskusi kecil maupun diskusi besar.

"Kalau diskusi besar itu melalui perguruan tinggi yang bersangkutan. Tapi kalau diskusi diskusi kecil nanti bisa dengan cara yang elegan, ngobrol, karena mahasiswa dengan dosen itu dekat," beber Imam.

Ia menyatakan, pada prinsipnya seluruh dosen akan mampu untuk melakukan pemberantasan paham radikal kepada mahasiswa.