Menteri Pariwisata Arief Yahya saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Kreatif Singhasari, Selasa (8/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Kreatif Singhasari, Selasa (8/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Jawa Timur. Karena itu, pemerintah pusat sepakat untuk membuat ikon wisata di Jawa Timur.

“Kami ingin wujudkan 10 Bali baru. Pariwisata prioritas. Salah satunya Jawa Timur. Itu yang kami harapkan adanya Bali baru dengan kata lain adanya destinasi baru kelas dunia,” ucap Arief.

Ikon wisata Jatim yang dipilih adalah Bromo, Tengger, dan Semeru (BTS). “Untuk mewujudkan target itu, harus dibangun pariwisatanya. Kami sepakat memilih Bromo, Tengger, dan Semeru,” kata Arief. 

“Buat lainnya yang tidak jadi ikon di Jawa Timur tidak boleh marah.  Banyuwangi tidak kami pilih dan itu sudah jadi perdebatan. Kalau Jawa Tengah pilih Borobudur,” imbuh pria 58 tahun ini.

Untuk membuat wisata itu semakin menarik, perlu dihadirkan sebuah atraksi. Lalu, atraksi apa yang dirancang sehingga bisa menjadi wisata internasional di BTS?

“Nomor satu, wisata itu sudah ditetapkan semacam biosfer dunia. Sudah menjadi atraksi sendiri. Kami nanti akan mencari yang paling menentukan setelah ini,” tambah Arief.

Ia mencontohkan, Danau Toba adalah danau supervolcano atau danau vulkanik terbesar. Menurut menteri pariwisata, jika destinasi kelas dunia, antraksinya harus kelas dunia dan aksesnya harus kelas dunia pula. 

“Maka kami harus mikir sekarang tetap menggunakan bandara  Sidoarjo apa yang Malang kita buat internasional sebagai solusi sementara. Saya pribadi menyarankan internasional sementara,” ungkap Arief.