MALANGTIMES - Optimisme tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sedang menggebu-gebu dengan berbagai kepastian yang telah dikantongi. Misalnya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari sampai dengan antrenya para investor untuk menanamkan dananya di Kabupaten Malang.

Optimisme ini juga ditopang proses penyusunan payung hukum daerah terkait penanaman modal yang dikatakan akan lebih ramah kepada investor. Payung hukum itu sekaligus memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi para pengusaha, baik dalam negeri maupun asing.

Berbagai faktor itu yang membuat rencana mewujudkan Kota Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang sesungguhnya juga ikut melambung. Terutama sejak Bupati Malang Sanusi mendorong secara intensif bahwa Kepanjen akan menjelma menjadi pusat pemerintahan sekaligus wilayah industri.

Harapan besar Sanusi  mewujudkan Kepanjen lebih maju sekaligus mampu melebihi Kota Batu pun mencuat. "Kami yakin, tidak lama lagi Kepanjen akan lebih maju dengan berbagai pembangunan yang akan dilaksanakan. Bahkan, bisa mengalahkan Kota Batu," kata bupati Malang yang akan berakhir kepemimpinannya pada Februari 2021 mendatang itu.

Rencana memajukan Kepanjen ini, lanjut Sanusi, nantinya dilakukan dengan cara memfokuskan para investor yang akan masuk Kabupaten Malang ke wilayah kecamatan yang kini dipimpin Abai Saleh tersebut. "Nanti kami tarik dan fokuskan investor ke Kepanjen dalam pembangunannya. Baik investasi di sektor pariwisata, perhotelan dan lainnya. Infrastruktur pun akan kami fokuskan di Kepanjen," ucap Sanusi.

Rencana menjadikan Kepanjen sebagai pusat pemerintahan dan industri sesungguhnya ini dimulai sejak Sanusi melemparkan wacana perpindahan seluruh perkantoran OPD yang masih ada di wilayah Kota Malang. Selain itu, wacana alih fungsi lahan pertanian pun sudah dicanangkan. Tentunya dengan pengawasan dan aturan yang lebih ketat dalam mewujudkan rencana itu. 

Walau belum ada target kapan Kepanjen seperti yang dicanangkan Sanusi,  ketertarikan para investor yang akan masuk ke wilayah dengan luasan 46,25 km2 dan kepadatan penduduk mencapai 2 ribu jiwa per km2 itu terbilang tinggi.
Menurut Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat,  tahun 2019 ini sudah ada sekitar 50 investor yang mengajukan rekomendasi izin investasi di Kepanjen. "Kebanyakan di sektor industri, jasa dan pihak pengembang perumahan," ujar Wahyu. 

Padahal, lanjut dis, tahun lalu, investor yang mengajukan permohonan hanya di kisaran 20 pengusaha. "Paling tinggi sebanyak 25 investor untuk tahun lalu," imbuh Wahyu.