Kepala Balitbangda Kabupaten Malang M Hidayat (pegang piagam) bersama Bupati Malang Sanusi dan pejabat Kabupaten Malang (for MalangTimes)
Kepala Balitbangda Kabupaten Malang M Hidayat (pegang piagam) bersama Bupati Malang Sanusi dan pejabat Kabupaten Malang (for MalangTimes)

MALANGTIMES - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang menunjukkan eksistensinya. Setelah lama diasumsikan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pelengkap, kini keberadaan Balitbangda menjadi barometer terkait berbagai inovasi maupun kajian dalam proses pembentukan regulasi di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Dana Perjalanan Dinas Dialihkan, Mampu Penuhi Sembako 525 Ribu KK di Kabupaten Malang

Peran Balitbangda terlihat dari keluarnya Kabupaten Malang sebagai kabupaten terinovasi ketiga se-Indonesia dalam Innovative Goverment Award (IGA) 2019. Raihan itu pula yang membuat Bupati Malang Sanusi juga meminta kepada jajarannya untuk terus mengintensifkan lahirnya berbagai inovasi baru yang mampu mengungkit pembangunan, meningkatkan pelayanan dan mendongkrak kesejahteraan. 

"Tiga hal ini yang perlu difokuskan dalam melahirkan inovasi di seluruh OPD. Ada Balitbangda yang bisa juga memfasilitasi berbagai kajiannya terkait itu," kata Sanusi, Selasa (8/10/2019).

Hal ini pula yang dipertegas oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Malang M Hidayat yang menyampaikan, bahwa pihaknya memang fokus pada program strategis yang berpedoman pada visi misi Kabupaten Malang. "Dalam berbagai kajian kita memang difokuskan pada program strategis. Yakni, pengentasan kemiskinan, optimalisasi pariwisata dan lingkungan hidup. Di mana, ujungnya adalah meningkatnya taraf kesejahteraan masyarakat," ujar Dayat, sapaan akrab Kepala Balitbangda Kabupaten Malang.

Untuk memulai hal itu pula, Balitbangda telah menyusun berbagai kegiatan di tahun 2020. Khususnya dalam kajian dan pengembangan penelitian untuk menciptakan inovasi-inovasi baru di Kabupaten Malang. Salah satunya adalah akan menggelar Innovative People Award (IPA) Kabupaten Malang tahun 2020.

IPA 2020 ini berangkat dari gagasan Dayat yang juga sukses membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menerapkan berbagai inovasi berbasis teknologi dalam pelayanan kependidikan. Dimana, menurutnya, IPA 2020 bukan hanya menyasar kalangan pemerintahan saja.

"Tapi juga masyarakat luas. Baik akademisi, sekolahan, maupun berbagai kelompok masyarakat lainnya. Ini akan membuat gairah membangun Kabupaten Malang semakin membumi," terangnya yang juga menyepakati pernyataan Sanusi, bahwa berinovasi untuk melayani masyarakat tak akan pernah usai.

Melalui rencana IPA 2020 itu, lanjutnya, Balitbangda Kabupaten Malang optimis bahwa apa yang diharapkan pemerintah pusat dan Bupati Malang pun terkait inovasi yang mampu mengungkit pembangunan lebih cepat. Maupun mampu mempermudah berbagai akses pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bisa mulai dirancang secara sistematis. "Jadi inovasi bukan hanya terbatas pada OPD dan Camat tapi semuanya bisa nanti. Termasuk masyarakat, perguruan tinggi, maupun sekolahan. Kita sebut saja Innovative People Award (IPA), sehingga nantinya akan benar-benar mengakar," ujar Dayat.

Baca Juga : Ahmad Riza Patria Resmi Dilantik Wakil Gubernur Jakarta, Kerja Mulai Besok

Balitbangda juga akan terus fokus pada beberapa program strategis lainnya yang telah menjadi kebijakan Pemkab Malang. Selain pada pengembangan IT, juga ada one village one product, serta one village one destination.

Tiga item fokus inovasi itulah yang juga terus didorong oleh Sanusi kepada seluruh jajarannya maupun masyarakat. Dimana, menurutnya, untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu adanya kerja sama seluruh pihak. "Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adalah kuncinya. Maka, lewat kegiatan IPA Balitbangda hal ini bisa jadi jembatan untuk membumikan kreativitas dan inovasi seluruh elemen untuk kemajuan Kabupaten Malang," pungkas Sanusi.