Petugas gabungan melakukan pemadaman titik api kebakaran hutan di Gunung Semeru. (Foto: Dokumen TNBTS)
Petugas gabungan melakukan pemadaman titik api kebakaran hutan di Gunung Semeru. (Foto: Dokumen TNBTS)

MALANGTIMES - Petugas gabungan belum benar-benar berhasil melakukan pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Semeru. Hingga Senin (7/10/2019) masih ada satu titik api yang ditemukan. Kebakaran yang berlangsung hampir tiga minggu itu telah menyebabkan kerusakan hutan seluas 102 hektare. 

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Seperti diketahui, kebakaran wana wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu berlangsung sejak 17 September 2019 lalu. "Kemarin, dari pukul 11.05 sampai dengan pukul 16.20 WIB, masih terdapat satu titik api karhut di lokasi," ujar Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Sarif Hidayat.

Sarif menguraikan, lokasi titik api tersebut berada di blok Pasangan, wilayah kerja Resort PTN Ranu Pani. "Lokasi ini memiliki medan yang sangat terjal dan berbukit. Faktor angin yang sangat kencang, ditambah cuaca panas membuat seresah (dedauan kering) dan semak yang sudah mengering mudah terbakar," urainya. 

Lokasi karhut tersebut, lanjutnya, dapat diantisipasi atau dipadamkan dengan area terdampak di blok Pasangan seluas 2,5 hektare. Petugas masih menggunakan peralatan sederhana yakni gepyok, jetshooter, garu, sabit, parang, dan flame freeze. 

"Kendala lain adalah jauhnya sumber air yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Sumber Air Ong," paparnya. 

Dia menguraikan, fokus pemadaman karhutla adalah mendekati titik api yang terjangkau. Api dimatikan dengan jetshooter, gepyok dan ranting serta membuat sekat bakar pada medan datar agar api tidak meluas. "Petugas juga secara rutin melakukan patroli dan mop-up, yaitu pengendalian sisa api, bara dan asap sehingga dapat benar-benar padam," terangnya.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Hingga saat ini, sejumlah titik-titik api karhutla sudah berhasil dipadamkan. Di antaranya di lokasi Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-Ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-Oro Ombo, Watu Tulis, Po'o, Kemlamdingan Dowo, Pos 1, Sentong, Pasang Kupluk dan Gunung Lanang. "Luas area terdampak mencapai 102 hektare," sebutnya.

Sebanyak 16 orang dari Petugas TNBTS, Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api Ranupani terus berupaya melakukan pemadaman. 

"Prinsip pemadaman dan pengendalian karhut adalah safety first dengan mengutamakan keselamatan tim, memadamkan area yang terjangkau, memperhatikan arah dan kecepatan angin, serta pembuatan sekat bakar," pungkasnya.