Luh Eka Wulantari, saat beberapa waktu lalu tengah melakukan ujian praktek sebagai mediator (baju putih) (ist)
Luh Eka Wulantari, saat beberapa waktu lalu tengah melakukan ujian praktek sebagai mediator (baju putih) (ist)

MALANGTIMES - Sengketa dapat terjadi dimana dan kapan saja, sengketa bisa ada karena adanya perbedaan kepentingan, namun pada dasarnya sengketa bisa diselesaikan dengan pendekatan non litigasi melalui proses mediasi, musyawarah mufakat dengan bantuan mediator, sehingga bisa menjadi salah satu alternatif dalam pemecah masalah.

Berkaitan itu, masyarakat Kota Malang yang ingin mencari penengah atau mediator profesional dalam upaya menyelesaikan sengketa dengan mediasi, tak usah bingung lagi. Sebab, Kota Malang, baru saja memiliki ahli mediator bersertifikasi resmi dari Pusat Mediasi Nasional (PMN).

Mediator tersebut yakni Luh Eka Wulantari yang juga merupakan Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan juga Kasi Tertib Niaga, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang.

"Setelah ujian tulis maupun praktik dengan melakukan simulasi pemecahan masalah langsung. Ujiannya selama 40 jam. Setelah lulus sertifikatnya keluar pada 9 September lalu," jelas wanita cantik ini.

Lanjutnya, dengan sertifikat tersebut, nantinya pihaknya akan bisa mendaftarkan diri ke Pengadilan Negeri (PN) Malang sebagai salah satu mediator yang bisa digunakan oleh PN sewaktu dibutuhkan. Selain itu, dengan sertifikasi tersebut, juga bisa membuka praktik sebagai mediator di rumah dengan memasang papan plang.

"Jadi ya itu, kalau ingin menjadi salah satu mediator di PN, syaratnya harus bersertifikasi. Kalau berapa jumlahnya mediator bersertifikasi di Malang, saya belum tau. Tapi saya rencananya ingin segera daftar di Malang Raya," paparnya.

Selain dirinya, Eka menjelaskan, jika juga terdapat anggota BPSK Kota Malang yang lain dari unsur pelaku usaha yang juga mendapatkan sertifikat dari PNM, yakni Vini Diah Putri.