Bupati Malang Sanusi saat menerima penghargaan dari mendagri. (for MalangTimes)
Bupati Malang Sanusi saat menerima penghargaan dari mendagri. (for MalangTimes)

MALANGTIMES - Menjadi kabupaten terinovatif ketiga se-Indonesia dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2019 adalah cerminan nyata bahwa visi misi Kabupaten Malang, Madep Manteb Manetep (M3), teruji dan mampu diaplikasikan dalam setiap pelayanan kepada masyarakatnya.

Melalui berbagai program di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), visi misi M3 itu diterjemahkan secara kreatif dan inovatif dalam berbagai program kerja. Lahirlah berbagai program yang memadukan unsur teknologi yang tak lagi bisa dielakkan oleh pemerintahan. Program itu berupa inovasi-inovasi yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta memudahkan pelayanan OPD untuk diakses  masyarakat Kabupaten Malang.

Hal inilah yang kini terus didorong oleh Bupati Malang Sanusi kepada seluruh jajarannya. Yakni terus mengoptimalkan sumber daya manusia yang mampu melahirkan berbagai pemikiran brilian dalam mempercepat terwujudnya visi misi Kabupaten Malang M3 sampai  2021 mendatang.

"Jangan sampai dengan raihan penghargaan itu, kita semua berpuas diri. Tapi, teruslah berinovasi demi kebaikan masyarakat Kabupaten Malang," kata Sanusi, Selasa (8/10/2019).

Inovasi yang baik dan bisa berdampak positif bagi masyarakat, menurut Sanusi, bukan yang hanya terlihat canggih serta berbiaya mahal dalam proses penggalian sampai lahirnya sebuah program. Tapi,  inovasi yang baik dan bermanfaat adalah inovasi yang bisa memangkas biaya serta juga memperingkas jalur birokrasi dalam pelayanan kepada masyarakat. 

"Ini yang disebut inovasi. Bisa memangkas biaya, waktu pelayanan, dan birokrasi. Sehingga masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya secara cepat. Ini yang saya dorong kepada seluruh jajaran," tegas politikus PKB ini.

Sanusi juga mendorong Pemkab Malang harus menjadi smart government di tengah era teknologi begitu masifnya di berbagai kehidupan. Sehingga, Pemkab Malang dalam mewujudkan visi misi M3 tak ketinggalan kereta yang kini bergerak begitu lewat.

"Kita di era revolusi industri 4.0. Karena itu, suka tak suka, teknologi menjadi bagian tak terpisahkan yang harus dikuasai. Sehingga kita tak ketinggalan dan ditinggal kemajuan zaman saat ini. Dalam inovasi juga seperti itu," ujar lalu mencontohkan kriteria inovasi yang dimintanya kepada seluruh jajaran untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Pernyataan Sanusi tersebut senada dengan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam acara malam pemberian penghargaan IGA, Senin (7/10/2019) malam di Jakarta. Tjahjo menyampaikan, filosofi inovasi adalah harus dapat memangkas biaya, jalur birokrasi, dan waktu yang panjang.

"Itu filosofis dari inovasi yang harus terwujud di daerah maupun yang difasilitasi pemerintah pusat. Harus menjadi smart goverment dengan merefleksikan smart city dan smart regional di seluruh Indonesia. Lompatan strategis pembangunan melalui inovasi harus digalang seluruh pihak," ucapnya.

Mendagri juga menyampaikan, ada kemajuan dibanding tahun lalu. Di tingkat provinsi sama. Namun di tingkat kabupaten kota, diakuinya muncul daerah baru yang mendapatkan penghargaan.

"Dari 534 kabupaten kota dan provinsi terus kita harapkan untuk berlomba melahirkan dan menampilkan inovasi. Visi inovasi daerah ke depan harus dapat mewarnai setiap gerakan pembangunan di seluruh Indonesia," ujar Tjahjo.

Di acara penyerahan penghargaan inovasi 2019, nendagri menyerahkan penghargaan IGA 2019 yang dilaksanakan  dalam lima sesi. Antara lain, sesi I bagi daerah Kabupaten/Kota Terinovatif Kategori Daerah Tertinggal (dua kabupaten), sesi II bagi daerah Kabupaten/Kota Terinovatif Kategori Daerah Perbatasan (tiga kabupaten), sesi III bagi kategori daerah Kota Terinovatif (10 kota), sesi IV bagi kategori daerah Kabupaten Terinovatif (10 kabupaten), dan sesi V bagi kategori daerah Provinsi (5 provinsi), dan pemberian piagam penghargaan kepada tim juri/penulis.