Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi (kiri) dalam pemeriksaan tes urine oleh BNN di kantor Dishub (Nana)
Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi (kiri) dalam pemeriksaan tes urine oleh BNN di kantor Dishub (Nana)

MALANGTIMES - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang bebas narkoba, menjadi harga mati. Karena, melalui ASN yang bersih narkoba, maka bisa dipastikan proses pelayanan kepada masyarakat bisa dijalankan secara optimal. Sebaliknya, bila ASN telah menjadi pecandu atau pemakai narkoba, maka juga bisa dipastikan kinerjanya sebagai pelayanan masyarakat pun akan semakin berantakan.

Hal ini pula yang ditegaskan oleh Bupati Malang Sanusi kepada seluruh jajarannya, beberapa waktu lalu. Dimana, Sanusi meminta seluruh ASN  untuk melaksanakan tes urine dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.

Instruksi Sanusi inilah yang lantas dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang. Dinas di bawah komando Hafi Lutfi ini menggelar tes urine kepada seluruh pegawainya. "Kita lakukan tes urine sebagai tindak lanjut dari instruksi pak Bupati. Tentunya harapan saya sama terkait ASN bersih narkoba di lingkungan Dishub, yaitu menjamin seluruh pegawai bukanlah pemakai atau pecandu," ucap Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang, Senin (07/10/2019) kepada MalangTimes.com.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini juga menyampaikan, dengan melibatkan BNN, maka nantinya akan terlihat hasil dari tes urine seluruh pegawainya secara valid. "Tentunya dengan tes urine yang langsung dilakukan rekan BNN, nanti akan terlihat. Mana yang pemakai dan mana yang bersih. Tapi, saya percaya seluruh pegawai Dishub bersih narkoba," ujar Lutfi.

Para pegawai Dishub Kabupaten Malang saat pemeriksaan urine oleh BNN (Nana)

Dari data Dishub Kabupaten Malang, tercatat ada sebanyak 180 pegawai yang melaksanakan tes urine. Dimana pelaksanaan tes dilakukan di kantor Dishub dengan durasi waktu mencapai sekitar 4 jam lebih. Sedangkan untuk hasil positif atau negatifnya ratusan pegawai Dishub terkait narkoba, menurut Lutfi, baru bisa diketahui dua hari lagi. "Hasilnya dua hari ke depan. Tentu bila ada yang positif narkoba akan ada sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujarnya yang ikut dalam pemeriksaan tes urine.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menyampaikan, bahwa tes urine ASN memang dilakukan serentak di beberapa OPD. Total ada sekitar 486 ASN yang menjalankan pemeriksaan tes urine dalam rangka menindaklanjuti instruksi Bupati Malang. "Selain itu tes urine itu juga amanah dari instruksi presiden Nomor 6 Tahun 2018. Dimana, ASN harus terbebas sekaligus terlibat dalam rencana pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN)," ucap Nurman.

Tes urine di tahun 2019 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan dalam mewujudkan ASN bersih narkoba di tahun lalu. Dimana, setiap tahun Pemkab Malang menggandeng BNN untuk melakukan pemeriksaan. "Harapan kita melalui tes urine ini, seluruh PNS di Kabupaten Malang terbebas dari narkoba," pungkas Nurman.