MALANGTIMES - Kawasan bundaran Tugu atau Alun-Alun Tugu Kota Malang sejak Sabtu lalu (5/10) tampak dipenuhi spanduk panjang. Ya, sederet tulisan, 'Arek Malang Menolak Paham Radikalisme', 'Arek Malang Bersama TNI dan Polri', 'Arek Malang Menolak Paham Khilafah', 'Arek Malang Dukung Presiden-Wapres Terpilih', dan yang lainnya melingkari kawasan tersebut.

Pantauan dari MalangTIMES, hingga siang ini (Senin, 7/10) spanduk-spanduk tersebut masih terpampang dan penuh dengan tandatangan petisi baik dari masyarakat dan pejalan kaki yang melintasi kawasan itu. Sebanyak 33 spanduk dengan nuansa merah putih hitam, tampak melingkar di area Bundaran Tugu.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh beberapa kelompok yakni, Arek Jatim, barisan kader (Brikade) Gus Dur Malang, Malang Peduli Demokrasi (MPD), Banser, GP Ansor, NU, Pemuda Pancasila. Tujuannya sebagai salah satu bentuk dukungan atau respons atas kondisi yang saat ini tengah terjadi di negara Indonesia dimana nilai keberagaman banyak disalahartikan, karenanya bentuk petisi tersebut dihadirkan kepada masyarakat Kota Malang.

Sayangnya, aksi yang telah digelar sejak Sabtu lalu tersebut dikatakan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum memiliki izin pemasangan spanduk. Mengingat, area tempat pemasangan berada di salah satu kawasan bangunan cagar budaya.

"Aksi ini kan bentuk mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang ini kan damai, terus terang saja memang izin tidak ada," ujar Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi.

Meski begitu pihaknya menilai jika aksi tersebut merupakan ide yang baik dalam mengatur kondusivitas Kota Malang. Mengingat, beberapa waktu terakhir Kota Malang juga sempat dirasa ikut terjadi aksi kericuhan demo mahasiswa.

"Sementara ini tetap kita tampung, kan kondisi Kota Malang beberapa hari lalu juga dimasuki beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab sampai terjadi keributan. Sekarang diadakan antisipasi seperti ini ya menurut saya baik-baik saja untuk keamanan Kota Malang," imbuhnya.

Memang, pemasangan spanduk yang melingkari kawasan Bundaran Tugu itu cukup mengganggu nilai keindahan taman. Namun, karena ada kesepakatan akan diambil pada hari ini, pihak Satpol PP masih menghormati pembuat acara itu.

"Seharusnya mengganggu, tapi kan kalau nggak salah mau diambil hari ini. Ya ini bukan kotor kan, cuma tempatnya saja yang tidak sesuai, nanti akan kita koordinasikan. Yang paling penting, nggak boleh melintang di tengah jalan. Kalau ada perizinannya itu lebih baik," pungkasnya.

Dari informasi yang didapat MalangTIMES, spanduk-spanduk tersebut akan berakhir pada Senin malam ini. Para penginisiasi acara akan melakukan pelepasan spanduk sekitar pukul 19.00 malam nanti.