Grafis jejak pembangunan jalan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. (MalangTimes)
Grafis jejak pembangunan jalan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. (MalangTimes)

MALANGTIMES - Kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang dalam mempersiapkan konektivitas jalan di berbagai wilayah mendapat apresiasi khusus dari  Sekretaris Daerah (Sekda) Didik Budi Muljono. Hal itu menjadi menarik dalam konteks perencanaan dan aksi dinas di bawah komando Romdhoni sebagai kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Itu karena,  dalam mewujudkan hal itu, Dinas PU Bina Marga tak pernah luput dari pandangan miring beberapa kalangan terkait berbagai proyek besar yang menjadi tanggung jawabnya.
Selain tentunya juga memperlihatkan sebuah proses pembangunan berkelanjutan. Proses yang tak tiba-tiba lahir begitu saja. Tapi, melalui berbagai analisjs dan studi, dalam mewujudkan jalan yang mulus, terhubung satu sama lain dengan kualitas yang sesuai peruntukkannya.

"Apresiasi kami kepada kerja Dinas PU Bina Marga selama ini. Walau tak pernah luput dari kritik masyarakat, mereka telah bekerja untuk mewujudkan infrastruktur jalan yang diharapkan masyarakat selama ini," kata Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, Minggu (06/10/2019) kepada MalangTimes.

Seperti diketahui, sejak beberapa tahun lalu, wilayah Kabupaten Malang digerojok anggaran pembangunan jalan nasional. Pembangunan jalan tol Malang-Pandaan, adalah salah satunya. Belum dengan akan dimulainya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, percepatan kota mandiri, maupun rencana pembangunan berbagai ruas jalan pariwisata seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS) di tahun 2019 ini.

Berbagai pembangunan  skala nasional ini secara langsung merubah berbagai jaringan jalan lama. Konektivitas jalan pun membutuhkan strategi dan analisa mendalam dengan bberbagai perubahan itu. "Kondisi itulah yang membuat kami sejak tahun lalu telah melakukan berbagai pemetaan jalan terdampak pembangunan. Ada sekitar 16 kecamatan di tahun lalu yang kami  bangun jalannya untuk mengonektivitaskan jalan kabupaten dengan nasional dan provinsi," urai Romdhoni.

Dari data yang ada, sejak awal tahun 2018 lalu, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang membangun jalan di 16 kecamatan. Baik berbentuk kegiatan pengeprasan, sirtu, pelebaran jalan dan pengerukan berem. Pelebaran jalan menjadi prioritas dalam upaya mengonektivitaskan jalur jalan nasional dan provinsi. Di 16 kecamatan itu, total yang terbangun sepanjang  23.025 meter (m). 
Wilayah-wilayah tersebut adalah Pagak, Pakis, Dau, Singosari, Bululawang, Jabung, Pakisaji, Wagir, Ngajum, Tajinan, Poncokusumo, Gondanglegi, Bantur, Ngantang, Tirtoyudo, dan Kalipare.

"Pelebaran jalan memang jadi prioritas di berbagai wilayah. Khususnya yang bersentuhan langsung dengan jalan nasional dan provinsi. Pelebaran jalan akan membuat hasil pembangunan itu maksimal, saat kendaraan masuk jalan Kabupaten," terang Romdhoni.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini juga menyebutkan, tahun lalu pelebaran jalan memang jadi prioritas. Sebab,  jalan yang ada rata-rata sempit. Dedangkan kendaraan terus meningkat.

Pelebaran jalan ini pula yang tahun 2019 ini diintensifkan, khususnya di jalur jalan pariwisata Malang Selatan. "Terus ya, karena masih banyaknya jalan kabupaten. Tahun ini pelebaran difokuskan di jalan pariwisata setelah tahun lalu kita selesaikan di 16 kecamatan itu," ujar Romdhoni.

Terkait pembangunan di tahun lalu, Romdhoni juga menjelaskan bahwa pihaknya mengacu pada proses perencanaan matang yang telah disusunnya. Sekaligus mengacu pada dokumen perencanaan yang disusun Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, berupa pengembangan jalan yang disesuaikan dengan peruntukkan wilayah dan tata ruang.

"Jadi semua pengembangan dan pembangunan jalan yang kita lakukan memiliki konsep dan planing jangka panjang. Khususnya dalam mengkonektivitaskan jalan nasional, provinsi dan jalan kabupaten," pungkas Romdhoni.