MALANGTIMES - Daerah rawan bencana saat musim hujan sudah dipetakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Di antaranya bencana angin kencang dan longsor. Dua bencana itu seakan menjadi momok bagi warga Kota Batu.

“Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bulan November sudah masuk peralihan musim hujan,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho.

Ia menjelaskan, pemetaan daerah rawan bencana angin kencang ada di Kecamatan Junrejo. Lalu untuk potensi bencana longsor berada di Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu.

Sedangkan di Kecamatan Bumiaji intensitas tertinggi di kelurahan Tulungrejo, dan Gunung Sari, Sumber Brantas karena lokasi lereng pegunungan. Namun kebanyakan di tempat tersebut terjadi di lahan pertanian atau plengsengan jalan raya. "Namun potensi sedang di wilayah kelurahan Sumbergondo, Bulukerto, Bumiaji. Unguk yang  potensi rendah di Desa Giripurno dan Pandanrejo," imbuhnya.

Kejadian bencana longsor dengan intensitas tinggi berada di wilayah Kecamatan Batu. Yakni berada di kelurahan Ngaglik, Sisir, dan Temas.“Karena daerah tersebut banyak penduduk yang rumahnya berlokasi di bantaran sungai,” tambah Gatot. 

Kemudian wilayah kelurahan Songgojerto dan Desa Pesanggrahan yang potensinya cukup tinggi karena banyak rumah berada di lereng. Sedangkan untuk potensi sedang ada di wilayah kelurahan Sumberejo, Sidomulyo, dan Temas. Dan untuk Intensitas rendah di kelurahan Ngaglik, dan Oro-Oro Ombo. 

Selain itu di kecamatan Junrejo hampir di semua kelurahan/desa berpotensi bencana sedang hingga rendah. Yakni Desa Tlekung, Junrejo, Beji, Mojorejo, Pendem, Torongrejo, dan Kelurahan Dadaprejo. “Untuk bencana angin kencang bisa terjadi di seluruh Kota Batu. Melihat yang terjadi beberapa tahun 2018 lalu,” Jelasnya.