Karangan Bunga DPC Hanura Kota Malang sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya puteri mantan anggota DPRD Kota Malang, Afdhal Fauza (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Karangan Bunga DPC Hanura Kota Malang sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya puteri mantan anggota DPRD Kota Malang, Afdhal Fauza (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kabar duka menyelimuti mantan anggota DPRD Kota Malang Fraksi Hanura, Afdhal Fauza. Puteri pertamanya, Tamara Fauza meninggal dunia lantaran sakit yang diderita, Sabtu (5/10/2019). Afdhal datang ke pemakaman Samaan Kota Malang dengan didampingi petugas sipir Lapas Porong.

Raut wajah sedih tampak begitu jelas dari wajah mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 itu. Isak tangis keluarga juga mengiringi kepergian puteri pertama Afdhal. Tak banyak berbicara, Afdhal tampak menunjukkan ketegarannya.

Sejumlah politisi pun tampak hadir dalam pemakaman maupun rumah duka. Mereka mendapat kabar duka tersebut dari pesan singkat WhatsApp yang disebarkan melalui beberapa grup internal partai. Mereka menyampaikan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tegar.

"Saya dapat informasinya itu dari grup," kata salah satu kader Hanura, Mumpuni S pada MalangTIMES.

Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, puteri sulung Afdhal Fauza meninggal lantaran sakit kompilasi yang ia derita. Tamara didiagnosa menderita Thalasemia sejak usia empat tahun. Dia pun harus bolak balik ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif dari dokter. Hingga pada akhirnya, saat menginjak usia Sekolah Menengah Atas (SMA), Tamara hanya mampu menjalani proses pendidikan sekitar satu tahun saja.

Selebihnya, ia harus menjalani pendidikan home schooling. Namun meski didiagnosa sakit langka, beberapa kerabat bercerita jika Tamara dikenal sebagai sosok yang ceria dan penuh semangat. Gadis berusia 23 tahun itu tak banyak mengeluh akan sakit yang ia derita.

Sementara itu, ketika ditelusuri di mesin pencari, Thalasemia merupakan sebuah jenis kelainan darah yang diturunkan dari orang tua. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Kurang darah yang dialami penderita thalasemia akan menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas. Akibatnya, aktivitas penderita thalasemia akan terganggu.

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama thalasemia yang berat (mayor), karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.

Afdhal Fauza sendiri merupakan salah satu dari 41 anggota DPRD Kota Malang yang difonis bersalah dalam kasus korupsi APBD-Perubahan Kota Malang TA 2015. Afdhal divonis hakim empat  tahun penjara, denda sebesar Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan. Majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) memberikan hukuman tersebut pada Mei 2019 lalu.