Kondisi salah satu siswa saat menjalani perawatan di puskesmas (Foto : Polsek Karangploso for MalangTIMES)
Kondisi salah satu siswa saat menjalani perawatan di puskesmas (Foto : Polsek Karangploso for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kisah memilukan terjadi di SDN 02 Tawangargo, Sabtu (5/10/2019). Usai mengkonsumsi jajanan yang dijual oleh pedagang keliling, sebanyak 23 siswa di sekolah yang berlokasi di Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso tersebut mengalami keracunan masal.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

”Puluhan siswa yang mengalami keracunan ini, merupakan pelajar kelas 1, 2, 3, dan 4. Semua siswa yang keracunan itu mengeluh mual hingga mengalami muntah-muntah,” kata guru olah raga SDN 2 Tawangargo Agus Sugeng, saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, identitas pelajar kelas 1 yang mengalami keracunan bernama Az Zahra. Kemudian siswa kelas 2 yang mengalami keracunan bernama Karina, Anelan, Tio, Ferdi, Dimas, dan Fadil.

Sedangkan siswa kelas 3 yang mengalami keracunan ada 13 orang, mereka adalah Maira, Renata, Vella, Anggun A, Dafa, Afik, Intan, Difa, Aulia, Frista, Rosa, Rama, dan Nirmala. Terakhir, siswa kelas 4 yang mengalami keracunan ada 3 pelajar, yakni  Naila, Faris, dan Nizam. ”Sesaat setelah mengalami keracunan, para siswa langsung kami bawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Agus.

Kronologi kejadian ini bermula saat bel istirahat dibunyikan, tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB. Seperti kebanyakan siswa SD pada umumnya, seluruh pelajar SDN 02 Tawangargo langsung berhamburan meninggalkan kelas. Tanpa terkecuali ke 23 siswa yang mengalami keracunan.

Saat jam istirahat itulah, ada seorang pedagang jajanan yang tak dikenal langsung nyelonong dan berjualan di lingkungan sekolah SDN 02 Tawangargo. Pedagang tersebut bernama Wiji Santoso warga Jalan Manyar, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

”Pedagang yang berjualan jajanan di sekolah ini ada paguyubannya, sedangkan dia (Wiji) bukan anggota paguyuban. Dia baru sekali ini jualan di sekolahan kami,” terang Agus.

Dengan mengendarai gerobak sepeda motor nopol W-5420-BH, Wiji langsung menawarkan puding jelly yang dia jual. Alhasil sekitar 23 siswa akhirnya tertarik dan membeli jajanan yang dijual oleh pria 30 tahun tersebut. 

”Semua yang beli jajanan ke dia (Wiji) mengalami keracunan, tadi pas anak-anak beli juga ada yang aneh. Soalnya yang beli harus ambil nomor antrean, kalau enggak ambil tidak boleh beli,” ungkap Agus.

Secara bergantian, Wiji sempat meracik puding jelly yang dia jual. Informasi yang terhimpun, jajanan tersebut merupakan campuran dari susu, coklat, popcorn, dan puding. ”Pudingnya dijual seharga Rp 2 ribuan,” sambung Agus.

Sekitar 30 menit usai mengkonsumsi puding, lanjut Agus, sebanyak 23 siswa yang mengkonsumsi jajanan tersebut mengeluhkan mual yang kemudian mengalami muntah. Mengetahui hal ini, pihak sekolah langsung membawa seluruh siswa yang keracunan ke Puskesmas Karangploso.

Di sisi lain, pihak wali murid yang tidak terima sempat menuntut pihak sekolah. Namun setelah mengetahui jika putra putri mereka ternyata keracunan lantaran memakan jajanan, kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Jajaran Polsek Karangploso yang mendapat laporan, diterjunkan ke lokasi kejadian. Selain menghimpun keterangan beberapa saksi mulai dari guru dan orang tua murid. Pihak kepolisian juga sempat menghimpun keterangan dari para korban yang mengalami keracunan.

”Setelah berjualan pedagangnya langsung meninggalkan lingkungan sekolah, namun pak polisi tadi sudah menangkap pedagang tersebut saat si pedagang ada di sekitar Karangploso,” tutur Agus.

Pihaknya menambahkan, usai mendapat penanganan medis dan mengkonsumsi beberapa obat yang diberikan petugas puskesmas, ke 23 siswa yang keracunan akhirnya diperkenankan pulang kerumah mereka masing-masing.

”Sudah diperbolehkan pulang kerumah, tidak ada yang sampai pingsan meski sempat mengalami mual dan muntah. Sekarang kasusnya sudah diserahkan ke pihak kepolisian,” tutup Agus.