Poster bertuliskan 'Arek Malang Menolak Paham Khilafah' yang terpampang di bundaran tugu Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Poster bertuliskan 'Arek Malang Menolak Paham Khilafah' yang terpampang di bundaran tugu Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bundaran Tugu atau Alun-Alun Tugu Kota Malang tampak berbeda. Sejak Sabtu (5/10/2019) siang, deretan poster tampak mengitari alun-alun dan menutup semua sisi pagar. Sederet tulisan terpampang dengan jelas. Mulai dari 'Arek Malang Menolak Paham Radikalisme' hingga yang berbunyi 'Arek Malang Bersama TNI dan Polri'.

Poster itu pun mengitari seluruh area bundaran tugu dan mendapat bubuhan tandatangan dari masyarakat serta pejalan kaki. Setidaknya ada 40 poster dengan background utama warna putih. Seluruhnya mengitari area bundaran bersejarah tersebut.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Salah satu inisiator kegiatan, Imam Muslich menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas kondisi yang terjadi secara nasional saat ini. Melalui gerakan yang dilakukan dengan beberapa bubuhan kata dan kalimat yang dibuat itu, diharapkan keberagaman tak lagi disalahartikan.

"Apalagi Malang ini terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Ini dilakukan oleh arek-arek Malang yang tinggal di Malang dalam merespons kondisi yang ada sekarang," katanya pada wartawan, Sabtu (5/10/2019).

Pria berkacamata ini menyampaikan, dengan pembentangan poster tersebut diharapkan tak ada gesekan yang terjadi di masysrakat. Karena menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, terdapat beberapa perbedaan pendapat yang dikhawatirkan menyebabkan gesekan.

"Jelang pelantikan kami tidak ingin ada gesekan antara satu dengan yang lain. Jokowi dan Ma'ruf Amin sudah terpilih, dan kita harus saling menghormati," jelasnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, kegiatan tersebut juga untuk menegaskan jika Pancasila sebagai ideologi bangsa tak dapat diganggu gugat. Segala bentuk anarkisme dan premanisme harus dilawan. Karena Indonesia sebagai negara demokrasi yang berpedoman pada persatuan dan kesatuan.

"Poster akan dibentangkan selama dua hari hingga Minggu (6/10/2019) besok," imbuhnya.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Sampai sore ini, tampak masih ada beberapa pejalan kaki yang membubuhkan tandatangannya pada poster yang mengitar tersebut. Sebagian berpendapat jika ia membubuhkan tandatangan sebagai bentuk rasa setuju atas kalimat yang ditulis di atas poster.

"Kebetulan lewat, jadi ada salah satu yang sepaham dengan saya, ya saya tandatangani," terang Elisa, salah seorang pejalan kaki.