MALANGTIMES - Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Saintechi Competition 2019. Berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia, baik itu negeri maupun swasta, seperti UB, UM, IPB, UMM, UMY, Unair, ITS, Universitas Mataram Lombok dan UNY ikut dalam kompetisi tersebut.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Unikama, Dr. I Ketut Suastika, M. Si menjelaskan, jika kegiatan rutin ini merupakan kegiatan yang sudah berlangsung ketiga kalinya. Hari ini merupakan final lomba karya tulis essay nasional Saintechi competition 2019.

"Dari sekian peserta yang sudah mendaftar, kemudian diseleksi dan tinggal sekitar 20 tim. Ada tim juri dari Unikama yang menilai. Dan hari ini, mereka akan presentasi langsung di hadapan juri. Penekanan dalam penilaian akan difokuskan pada kesesuaian tema, kedalaman tulisan serta pembahasan yang menarik dari para peserta," jelasnya (5/10/2019).

Dari kegiatan ini sendiri, selain bertujuan untuk adanya sinergi generasi muda dalam optimalisasi inovasi iptek demi terwujudnya sustainable development goals 2030, juga memperkenalkan Unikama di kancah nasional di lingkungan universitas-universitas besar.

"Selain itu, ini juga upaya mendorong mahasiswa untuk senang menulis dan aktif mengikuti perlombaan serupa. Dan FST mahasiswanya juga mendapatkan prestasi seperti di Jambi beberapa waktu lalu," paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Senat Mahasiswa FST, Taufik Dirinpati menjelaskan, jika dalam pelaksanaan Saintechi Competition 2019, diikuti oleh 84 tim yang berasal dari 30 lebih perguruan tinggi. Dalam pendaftaran sebelumnya dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang satu free, gelombang dua membayar biaya pendaftaran Rp 30 ribu dan gelombang ke tiga membayar Rp 50 ribu.

Dari tiga gelombang pendaftaran itu, ada sekitar 84 tim yang mendaftar. Tema yang ditentukan dalam perlombaan tersebut ada beberapa tema, yakni pendidikan, ekonomi, teknologi, pertanian, perikanan dan kesehatan. Dan dari 84 tim kemudian diseleksi oleh juri dari setiap tema, dan ada sekitar 20 tim yang kemudian masuk ke 20 besar.

"Dari 20 tim kami undang langsung untuk presentasi, namun yang datang hanya 13 tim, sehingga yang lainnya otomatis gugur," ungkapnya.

Dan dari 13 tim tersebut, nantinya akan diambil juara satu sampai tiga dan juga satu tim yang menjdi presentasi terbaik. Para pemenang nantinya akan mendapatkan uang pembinaan maupun sertifikat serta piala.

"Intinya kita memacu generasi muda untuk ikut serta membangun pembangunan berkelanjutan," terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko yang hadir membuka tersebut, mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. 

"Generasi harus terus dijaga dengan menumbuhkan dan memberikan pendidikan serta semangat guna mendorong percepatan inovasi. Jika banyak SDM berkualitas, tentu daya saing bangsa akan meningkat dan bisa membantu dalam terwujudnya kemajuan bangsa," pungkasnya.