MALANGTIMES - Jajaran kepolisian Polsek Turen langsung mengerahkan pasukannya untuk memburu pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah hukumnya, Jumat (4/10/2019). Hal ini menyusul adanya laporan terkait aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor), yang terekam kamera pingintai yang diterima petugas.

”Iya sudah saya cek, ada laporan terkait pencurian sepeda motor yang viral di media sosial (medsos) itu. Anggota sudah kami kerahkan ke lapangan, kasusnya masih dalam proses lidik. Doakan semoga lekas terungkap,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mas’udi, Jumat (4/10/2019) malam.

Seperti yang sudah diberitakan, aksi pencurian sepeda motor ini terjadi di salah satu warung makan yang berlokasi di depan SMPN 1 Turen, Kamis (3/10/2019) sore. Sedangkan yang dicuri adalah sepeda motor Vario 150 nopol N-5325-EEG. Kendaraan yang dicuri tersebut milik Dera Mirantiana warga Kecamatan Tirtoyudo.

Sesaat sebelum aksi pencurian terjadi, salah satu mahasiswi jurusan Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM) ini, pergi ke warung makan yang ada di lokasi kejadian. Sesaat setelah memesan beberapa menu, mahasiswi semester 7 itu baru teringat jika dompet miliknya tertinggal di jok.

Tidak berselang lama kemudian, korban kembali ke parkiran dan mengambil dompet yang ada di sepeda motor miliknya. Sekitar sepuluh menit kemudian, kendaraan korban sudah tidak ada di tempat semula.

Saat melihat pada rekaman CCTV (Closed Circuit Television) yang ada di sekitar lokasi kejadian. Mahasiswi yang sedang menjalankan PPL (Program Pengalaman Lapangan) di jurusan Tata Boga SMKN 1 Turen ini, mendapati seorang pria berpakaian serba gelap sedang berseliweran di sekitar sepeda motor milik korban.

Tidak lama berselang, saat memastikan keadaan benar-benar sudah aman. Pria bertubuh kurus dan berkulit sawo matang ini, langsung mengenakan helm korban yang ada di sepion dan membawa kabur kendaraan tersebut. ”Selain meminta keterangan dari beberapa saksi serta korban, kami juga sudah meminta file rekaman CCTV guna kepentingan penyelidikan,” terang Soleh kepada MalangTIMES.com.

Dari analisa yang dilakukan petugas, sesaat sebelum melancarkan aksinya. Pelaku sempat mengamati situasi dari kejauhan. Setelah korban dipastikan tidak kembali usai mengambil dompet di jok, pelaku langsung mengeksekusi kendaraan tersebut. ”Pelaku tidak menggunakan kunci T atau alat tambahan apapun, sebab kunci kendaraan korban memang tertinggal di kontak. Sehingga bisa langsung dibawa kabur,” ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Dampit ini. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, dari beberapa CCTV yang ada di sepanjang jalan di lokasi pencurian. Pelakunya diduga berjumlah dua orang. Keduanya mendatangi lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor beat warna putih. ”Masih lidik, kami masih mendalami dari hasil rekaman CCTV. Belum bisa memastikan, itu masih dugaan (pelaku berjumlah dua orang),” tutup Soleh.