Salah satu siswa saat menunjukkan hasil Infografis Sederhana di SDN Sisir 3 Kota Batu, Jumat (4/10/2019).
Salah satu siswa saat menunjukkan hasil Infografis Sederhana di SDN Sisir 3 Kota Batu, Jumat (4/10/2019).

MALANGTIMES - Masalah sampah plastik masih menjadi momok di Indonesia, khususnya juga di Kota Batu, karena itu penanaman kesadaran mengurai sampah plastik sejak dini mulai diterapkan oleh sekolah di setiap daerahnya.

Seperti halnya di SDN Sisir 3 kali ini para pelajar diajak membuat infografis sederhana dengan tema ‘Bijak Plastik’, Jumat (4/10/2019). Caranya para pelajar itu mengisi kertas-kertas berwarna-warni di dalam kotak.

Kemudian diisi dengan macam-macam pengetahuan sederhana mengenai plastik mereka. Misalnya Fakta sedotan, butuh waktu 100 tahun untuk bisa terurai, bisa meracuni hewan-hewan, mengandung minyak bumi, dan sebagainya.

Lalu ada juga dari mereka yang menuliskan cara mengurangi sampah plastik, yakni dengan cara mereka lakukan sehari-haru dengan membawa botol minum sendiri. Ada yang membawa bekal dari rumah. Hingga ada yang menolak memakai sedotan dengan minum pakai gelas.

Sedangkan di antara kotak itu sudah mereka tempel bahan yang sudah mereka bawa seperti sendok plastik, sedotan, dan sebagainya. “Tema bijak plastik ini adalah sebagai bahan pendalaman mengenai sampah plastik, utamanya plastik sekali pakai,” ungkap Kepala SDN Sisir 3, Prapti.

Prapti menambahkan, tujuan edukasi kali ini adalah anak dapat memperoleh pengalaman partisipasi menjadi warga sekolah. Dengan mengungkapkan apa saja yang mereka ketahui tentang plastik dan bagaimana menyikapinya dengan bijak dalam wujud informasi sederhana:

“Infografis ala mereka juga bertujuan sebagai pendalaman tentang isu plastik khususnya plastik sekali pakai seperti sedotan dan bungkus makanan,” imbuhnya.

“Ini nanti akan jadi media kampanye di sekolah lewat majalah dinding, selain menambah wawasan soal sampah,” tambah Prapti.

Lewat kegiatan ini  para pelajat ikut tergerak bijak plastik secara sederhana mulai dini, dengan membawa botol minum dan mengurangi menggunakan plastik sekali pakai.