Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono

MALANGTIMES - Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik, tak bisa lepas dari keberadaan para aparatur sipil negara (ASN)-nya. Apabila ASN-nya memiliki etos kerja yang ditopang dasar moral baik, maka pemerintahan akan berjalan sesuai dengan harapan seorang filsuf Yunani Aristoteles. Yakni, terbentuknya sebuah negara atau pemerintahan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, bukan kesejahteraan individu.

Hal ini pula yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, dalam menyikapi dan menilai pemerintahan yang baik. Untuk menuju ke sana, kata Didik Budi, penataan pegawai atau ASN yang patut terus diperkuat. Baik dari kapasitasnya maupun dari moral pribadinya masing-masing. "Karena itu Pemkab Malang terus mendorong agar ASN terus meningkatkan kapasitasnya di bidang masing-masing. Tapi yang penting juga adalah, pembentukan moral ASN sebagai pelayan masyarakat," ucapnya, Jumat (04/10/2019) kepada MalangTimes.com.

Baca Juga : Sumbang Angka Positif Covid-19 Tertinggi, Gubernur Jatim Belum Ajukan PSBB

Didik Budi menyatir falsafah Sunan Ampel dalam hal itu. Yakni, ungkapan terkenal Molimo, yang berarti lima pantangan dalam kehidupan manusia. "Molimo ini bila dipegang oleh seluruh ASN, maka pemerintahan akan menjadi baik. Maka kita kerap menyampaikan kepada para ASN jangan sampai melakukan Molimo ini. Banyak contoh bagi ASN yang melakukan ini," ucap Didik Budi.

Mantan Inspektur Kabupaten Malang ini mencontohkan, terkait ASN yang langsung dipecat tidak terhormat dikarenakan melakukan salah satu dalam Molimo di tahun 2019. "Ada dua ASN yang dipecat tidak terhormat, karena masalah narkoba dan asusila. Padahal Sunan Ampel sudah mengungatkannya sejak era kerajaan Majapahit," ujar Didik Budi.

Secara arti Molimo yang kerap disampaikan juga oleh Didik Budi kepada ASN Kabupaten Malang, adalah Moh Madat yang artinya tidak mau mengisap candu atau penggunaan obat-obatan terlarang, terutama yang dilarang oleh ajaran agama. Kedua, Moh Madon atau tidak main perempuan, Moh Mabuk yang  artinya tidak boleh minum minuman keras atau hal yang memabukkan. Keempat, Moh Maling yang artinya tidak mau mencuri, mengambil barang yang bukan haknya serta terakhir Moh Main atau  tidak mau berjudi dalam bentuk apapun.

Disinggung ASN Kabupaten Malang sampai saat ini, Didik Budi, menyampaikan, walau ada yang terjerumus dalam molimo dan langsung mendapat sanksi sesuai aturan pemerintahan. Secara keseluruhan ASN Kabupaten Malang disebutnya Hebat. 
"Saya sebut Hebat, karena memang sampai saat ini ASN kita mayoritas memiliki integritas dan moral baik," tegasnya.

Baca Juga : Gaji ASN Lumajang Akan Dipotong Untuk Bantu Warga Terdampak Corona

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah. 

Nurman menyampaikan, sampai saat ini seluruh pegawai dalam lintasan yang tepat dan sesuai regulasi dalam pemerintahan. Walau ada beberapa kasus ASN yang terjerat persoalan hukum, tak serta merta seluruh korps Pemerintahan menjadi serupa dengan oknum tersebut. "Penilaian kita sampai saat ini integritas ASN Kabupaten Malang baik. Ini terlihat dari aspek kinerja dan prestasi mereka. Dimana, di tahun 2019 ini ada sekitar 832 ASN naik pangkat dari golongan II sampai golongan IV. Artinya, kenaikan pangkat itu karena mereka melakukan tugasnya sesuai aturan yang ada," ucapnya.