MALANGTIMES - Sejarah nama Banser atau Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (NU)  mungkin telah lekat di ingatan masyarakat, khususnya bagi anggota organisasi yang merupakan sayap kuat NU sampai saat ini.

Dari berbagai sumber, Banser lahir dari proses panjang pergulatan organisasi kepemudaan Syubbanul Wathan atau pemuda tanah air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah.

Perjalanan waktu, melalui berbagai kongres  tahun 1934 sampai  1938, Ansor Nahdlatul Oelama atau ANO  sebagai organisasi NU menyepakati adanya barisan berseragam yang diberi nama Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama). Banoe inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dan menjadi Banser sampai saat ini.

Sejarah inilah yang sampai saat ini terus diingat terkait Banser. Sampai akhirnya, muncullah sebuah buku karya Saskia Wieringa dan Nursyahbani Katjasungkana berjudul Propaganda and the Genocide in Indonesia: Imagined Evil, terbitan Routledge, yang pertama kali terbit tahun 2018.

Buku itu dijadikan referensi terkait lahirnya nama Banser yang membuat warganet heboh. Pasalnya, dari tulisan tersebut, terdapat cuplikan terkait nama Banser yang merujuk pada Mein Kampf Hitler serta nama Banser yang terinspirasi dari Panzer Nazi yang merupakan sayap pemuda Hitlerjugend, sebuah divisi lapis baja Waffen-SS Jerman yang lahir tahun 1926.

"Benci rindu Nazi. Baca ini jadi ingat kisah KH Yusuf Hasyim, putra pendiri NU KH Hasyim Asyari, yang awal 60-an turut merintis Barisan Serbaguna/Banser dg rujukan Mein Kampf Hitler. Nama Banser – yang disamakan dg sayap pemuda Hitlerjugend, pun diakui terinspirasi Panzer Nazi," cuit akun potret lawas, Jumat (04/10/2019).

@potretlawas melanjutkan, "Kami sengaja pakai kata ingat karena memang ini kerja ingatan: baru bulan lalu kami baca tulisan Kyai Yusuf dalam Indonesia in the Soeharto Years (2007). Seperti ditulis Vice, orang Indonesia punya problem pemahaman soal Nazi. Maknanya itu masalah umum. Senarainya tentu panjang."

Sontak saja, tandingan sejarah nama Banser ini membuat warganet heboh. Sebagian yang telah membaca buku Propaganda and the Genocide in Indonesia: Imagined Evil membenarkan, kicauan @potretlawas.

Dalam sebuah tangkapan layar, @ArrifJr memposting lembar terkait sejarah terinspirasinya Banser dan menyebutkan nama buku dan penulisnya.

Banyak warganet baru mengetahui perihal itu karena selama ini mereka hanya membaca sejarah Banser yang telah lama ada. @doni_rao, misalnya. "Baru tau, min. Karena di beberapa sumber, nama awal Banser (Barisan Ansor Serbaguna) adl Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama). Sedang GP Ansor, Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). Medio 30-an. Tapi memang blm ada keterangan resmi sejak kapan & terinspirasi drmn nama Banser digunakan," ujarnya.

Tapi, banyak juga warganet yang tak percaya atas hal itu. Mereka menyatakan bahwa nama Banser terinspirasi dari Panser Nazi adalah fitnah. " Fitnah," cuit @arief1918.

Bahkan ada warganet yang menuliskan bahwa pernyataan itu bisa mengundang kemarahan massa. Seperti yang disampaikan oleh @Abu_UmarKhalid. "Waw.. Ngeri nih bentar lagi diamuk massa ini mah," cuitnya.