Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat melakukan tinjauan dilapangan terkait  upaya penanggulangan kekeringan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat melakukan tinjauan dilapangan terkait upaya penanggulangan kekeringan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai inovasi guna mengentaskan masyarakat Kabupaten Malang dari musibah kekeringan semakin gencar dilakukan pemerintah. 

Baca Juga : Turut Terdampak Covid-19, Pembangunan Rest Area Terminal Madyopuro Ditunda

Salah satunya seperti yang sedang dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Yakni terkait pembangunan mega proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) dari aliran waduk Karangkates.

”Salah satu upaya jangka panjang guna mengantisipasi musibah kekeringan, pemerintah mau tidak mau harus berani ambil air dari Waduk Karangkates. Sebab di sana pasokan airnya melimpah. Jika dikelola dengan baik maka bisa memenuhi pasokan air untuk wilayah yang mengalami kekeringan. Misalnya seperti di Kecamatan Kalipare dan Donomulyo,” kata Dirut (Direktur Utama) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi.

Sejauh ini berdasarkan catatan yang dihimpun Perumda Tirta Kanjuruhan, wilayah Kecamatan Kalipare menjadi salah satu daerah yang paling rawan mengalami musibah kekeringan. Terutama di Desa Tumpakrejo dan Putukrejo.

”Di dua desa tersebut tercatat ada sekitar 5.218 jiwa yang terdampak musibah kekeringan,” terang pria yang akrab disapa Syamsul ini saat ditemui MalangTIMES.com.

Rinciannya, ada sekitar 2.500 jiwa yang mengalami musibah kekeringan di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare. 

Sedangkan sisanya yakni 2.718 jiwa yang terdampak kekeringan tinggal di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Berdasarkan perhitungan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang jika diasumsikan satu jiwa memerlukan sekitar 30 liter air bersih di setiap harinya maka dalam sehari warga Desa Tumpakrejo memerlukan pasokan air sebanyak 75 ribu liter, atau setara dengan 75 meter kubik air bersih.

Sedangkan dengan asumsi yang sama, sebanyak 2.718 jiwa yang mengalami musibah kekeringan di wilayah Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare dalam sehari membutuhkan pasokan air bersih sekitar 81.540 liter atau setara dengan 81,54 meter kubik air, guna memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

”Sementara ini untuk mengatasi musibah kekeringan, kami masih memasok kebutuhan warga dengan cara mendistribusikan air bersih secara geratis. Namun,  jika IPA di Waduk Karangkates sudah terealisasi maka di daerah Kecamatan Kalipare dan sekitarnya tidak lagi mengalami kekeringan,” tegas Syamsul.

Secara teknis, Syamsul menjelaskan nantinya mega proyek pengentasan kekeringan melalui sumber air yang ada di Waduk Karangkates ini bakal dinaikkan melalui turbin khusus.

Selain itu untuk memastikan air menjadi layak konsumsi, Perumda Tirta Kanjuruhan juga bakal memasang IPA sebelum akhirnya dialirkan ke daerah Kecamatan Kalipare dan Dinomulyo yang terdampak kekeringan.

”Cara pendistribusiannya yakni dengan cara memasang tandon khusus di tempat yang tinggi. Kemudian air yang sudah ditampung tersebut bakal dialirkan ke rumah warga yang terdampak kekeringan. Jika melihat potensi yang ada di sana (Waduk Karangkates), dimungkinkan jika proyeknya terealisasi maka tidak ada lagi musibah kekeringan yang terjadi di Kecamatan Kalipare dan Donomulyo,” tutup Syamsul.