Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi (kemeja putih) saat memberikan penjabaran terkait upaya guna mengatasi musibah kekeringan. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi (kemeja putih) saat memberikan penjabaran terkait upaya guna mengatasi musibah kekeringan. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Musibah kekeringan memang masih marak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Berdasarkan catatan yang dihimpun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), terdapat tujuh kecamatan yang masuk zona kekeringan.

Ketujuh kecamatan itu adalah Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Pagak, Donomulyo, Jabung, Sumberpucung, dan Kalipare. Dari ketujuh kecamatan tersebut, salah satu wilayah yang paling parah mengalami musibah kekeringan adalah Kecamatan Kalipare. 

Baca Juga : Limbah Pabrik Susu Greenfields Indonesia Kembali Digugat Warga

”Guna mengatasi musibah kekeringan di Kabupaten Malang, termasuk salah satunya di Kecamatan Kalipare, kami memiliki tiga tahap. Yakni terbagi dalam tahapan proyek jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Dirut (Direktur Utama) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi.

Terkait proyek pengentasan kekeringan dalam tahap jangka pendek, Syamsul mengaku sudah menyiagakan beberapa unit truk tangki pengangkut air bersih guna didistribusikan ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan.

"Kami sudah menyiagakan 10 truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak musibah kekeringan. Sebanyak 10 truk tangki itu berasal dari Perumda Tirta Kanjuruhan, BPBD, Cipta Karya, dan PMI,” terang Syamsul.

Sedangkan untuk jangka menengah, lanjut Syamsul, pihaknya  sudah berkoordinasi dengan beberapa kepala desa yang ada di Kabupaten Malang. Hal itu dilakukan untuk mencari potensi sumber air, yang tersebar di masing-masing daerah.

”Tap daerah, termasuk di desa-desa itu, biasanya memiliki potensi sumber air. Misalnya Embung Sumber Buntung yang ada di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare,” kata Syamsul saat ditemui MalangTIMES.com.

Embung Sumber Buntung yang ada di tengah Alas Teledek tersebut, sepintas terlihat seperti kubangan air yang berada di tengah lahan pertanian tebu. Saat musim hujan, embung itu bagaikan waduk kecil. Biasanya warga setempat memanfaatkannya untuk mengairi lahan pertanian.

Baca Juga : Kasus Wendit Stagnan, Akibat Kota Malang Ngotot Tak Akui Aset Milik Pemkab

”Informasinya di sana (Embung Sumber Buntung) memiliki sumber air bawah tanah. Guna memastikannya, kami akan melakukan survei secara geolistrik (metode pencarian sumber air bawah tanah). Jika memang memenuhi kriteria, maka akan segera kami tindak lanjuti agar bisa memenuhi kebutuhan pasokan air untuk masyarakat setempat," ungkap Syamsul.

Untuk proyek pengentasan kekeringan pada jangka panjang, Syamsul memiliki gagasan untuk mengambil potensi air yang ada di sungai sekitar wilayah yang terdampak kekeringan. ”Kalau jangka pendek dan menengah, sejauh ini sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tidak ada kendala. Tapi kalau jangka panjang, kami perlu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti  Dinas PU SDA dan Dinas Cipta Karya. Diperkirakan jangka panjang ini bisa terealisasi sekitar 2 hingga 3 tahun ke depan. Jika sudah terealisasi, diperkirakan sudah tidak ada lagi musibah kekeringan yang terjadi di Kabupaten Malang,” tutup Syamsul.