Petugas Dishub Kota Malang tengah menjaga dan memasang portal di area Jembatan Muharto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Petugas Dishub Kota Malang tengah menjaga dan memasang portal di area Jembatan Muharto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jembatan Muharto yang terletak di kawasan Jl. Gatot Subroto dikabarkan mulai goyang. Sejak beberapa hari terakhir, kendaraan besar pun sudah dilarang untuk melewati salah satu jembatan ternama di Kota Malang tersebut. Maksimal, kendaraan yang bisa melalui jembatan tersebut adalah kendaraan dengan berat kurang dari tiga ton.

Wali Kota Malang Sutiaji melalui cuitannya di twitter menyampaikan, keputusan pelarangan itu diambil setelah dilakukan tinjauan lapangan oleh Tim Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan. Selain itu juga telah dilakukam pemaparan oleh Dinas PUPR tentang hasil uji forensik bersama Fakultas Teknik UB terkait kondisi jembatan.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

"Mohon pengertiannya Bus, Truk dan tronton (Kendaraan dengan tonase 3 ton/lebih) dilarang lewat jembatan Muharto. Keputusan ini diambil setelah Tim Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan  melakukan tinjauan lapang dan pemaparan DPUPR tentang hasil uji forensik bersama Fak Teknik UB," tulis @sutiaji1964 ketika meretweet cuitan akun DPUPR Kota Malang.

Sementara itu, dari hasil pemantauan di lapangan, saat ini kawasan Jembatan Brantas telah dipasang portal. Selain it juga terdapat penjagaan oleh petugas untuk mencegah kendaraan berat melalui kawasan tersebut. Karena saat ini kondisi jembatan memang perlu untuk dilakukan perbaikan.

"Pemasangan portal sebenarnya sudah sejak tadi malam mbak. Dipasang karema jembatan sudah agak goyang dan supaya tak dilewati kendaraan besar. Ada juga petugas yang berjaga serta mengawasi perbaikan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto.

Dia menyampaikan, ada sekitar 14 petugas yang akan menjaga dan mengawasi area sekitar jembatan. Mereka akan bertugas secara bergantian dari pagi hingga sore hari. Selain itu juga ada yang ditempatkan di kawasan Kedungkandang untuk menghalau kendaraan besar masuk dan melewati Jembatan Muharto.

"Kendaraan besar muatan pasir batu bata sering lewat sini, antisipasi agar tak goyang maka kami tempatkan petugas," jelasnya.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Amanda menyampaikan jika ia merasa sedikit khawatir saat melintas. Sebab terdapat retakan dan sebuah lubang pada beberapa sisi jembatan. Dalam posisi sedang berdiri di sebelah kiri jembatan, dia merasa ada sebuah getaran yang sangat besar. Terutama ketika kendaraan melaju cepat.

"Saya jalan kaki aja was-was. Apalagi pas kendaraan melaju kencang, itu sangat terasa getarannya. Itu juga ada lubang yang kalau malam hari bisa nggak kelihatan," terangnya.