Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono dorong kopi menjadi atraksi hebat pariwisata (for MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono dorong kopi menjadi atraksi hebat pariwisata (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang sebagai penghasil kopi terbaik, telah lama diakui oleh berbagai negara di Eropa. Beragam jenis kopi pun (robusta dan arabica) bisa ditemukan di wilayah terluas ke-dua di Jawa Timur (Jatim) ini. 

Sebut saja di wilayah Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Kromengan, serta wilayah lainnya di Kabupaten Malang.

Produksi kopi di Kabupaten Malang di tahun lalu yang mencapai 10.141 ton, dengan luasan sekitar 20 ribu hektar (ha). Tentunya masih terus harus digenjot dengan kebutuhan pasar yang juga terus meningkat. Baik dalam negeri maupun mancanegara.

Tak terkecuali juga memperkuat kopi lokal Kabupaten Malang kepada masyarakatnya sendiri. Baik melalui berbagai kegiatan, seperti yang saat ini digelar yaitu Malang Coffee Ethnic 2019. Sebuah kegiatan tahunan yang digelar untuk memperkenalkan dan mendekatkan keunggulan kopi lokal yang tumbuh di Kabupaten Malang.

Didik Budi Muljono Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, juga menyampaikan hal yang serupa terkait potensi kopi yang tumbuh dan telah lama menjadi primadona di berbagai negara ini.

Dirinya menyebutkan, bahwa dengan potensi besar kopi, selain bisa meningkatkan kesejahteraan petaninya juga bisa ditarik lebih luas ke sektor pariwisata di Kabupaten Malang. Bukan hanya sebagai pelengkap saja, tapi menjadi bagian tak terpisahkan di sebuah area pariwisata.

"Kami berharap bahwa berbagai kegiatan, baik festival dan pameran kopi yang selama ini digelar semakin diperkuat dan diperlebar jangkauannya. Yakni menjadi atraksi pariwisata," ucap Didik Budi kepada MalangTIMES, Kamis (03/10/2019).

Sehingga, lanjutnya, kopi tak hanya dikenal dalam pameran atau festival yang berbatas waktu. Tapi bisa menjadi atraksi pariwisata sebagai bagian terpenting dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang.

"Pemkab Malang tentunya akan mendorong itu melalui jajaran OPD yang ada. Sehingga dunia kopi tak dibatasi oleh waktu. Kita punya Dampit yang telah berjalan dengan wisata edukasi kopinya atau di wilayah lain juga. Ini yang harus terus didorong lagi," ujar Didik Budi.

Didik Budi melanjutkan, untuk menjadikan kopi sebagai atraksi pariwisata, tentu pihaknya akan mendorong jajarannya untuk melakukan sinergitas dalam mewujudkan hal itu. Misalnya, Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi mengembangkan keterampilan pengelolaan biji kopi menjadi berbagai hidangan baik makanan dan minuman khas. Maupun dalam proses pendanaan kepada para petani kopi ataupun pengusaha kopi rakyat.

"Dinas pertanian dalam teknologi dan bantuan mesin kopi. Dinas lain juga bisa bersinergi untuk melakukan promosi dan lainnya. Kita butuh bersinergi agar kopi Malang jadi Hebat. Tidak hanya di luar negeri tapi juga di rumahnya sendiri," urai Didik Budi yang juga mencontohkan salah satu kabupaten yang mewajibkan para ASN seminggu sekali untuk minum kopi lokal miliknya diberbagai perkantoran.

Berbagai pameran dan festival kopi pun, adalah langkah untuk masuk ke arah yang diharapkan oleh Pemkab Malang. "Tinggal kita bersama untuk menariknya lebih luas dan akhirnya bisa menjadi atraksi dalam pariwisata," imbuhnya.

Seperti diketahui, di awal  tahun 2017, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan 3 hal terpenting untuk mengembangkan pariwisata, yaitu Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi.
Aksesbilitas adalah tingkat kemudahaan wisatawan mencapai objek wisata. 

Beberapa hal yang mempengaruhi aksesbilitas suatu tempat adalah kondisi jalan, jaringan transportasi hingga jarak dan waktu tempuh. Di point ini, Pemkab Malang terus berupaya untuk mewujudkannya melalui berbagai OPD terkait, seperti Dinas PU Bina Marga yang fokus untuk menyiapkan jalur jalan pariwisata.

Kedua, amenitas yang merupakan sarana pra-sarana yang harus ada, untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Seperti sarana kebersihan, kesehatan, keamanan, komunikasi, tempat penginapan, rumah makan hingga souvenir. Terakhir,  atraksi yaitu semua yang terdapat di daerah wisata yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Sesuatu yang dapat menarik wisatawan meliputi benda-benda tersedia di alam, hasil ciptaan manusia dan tata acara hidup masyarakat. 

"Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi, adalah satu kesatuan dalam pembangunan pariwisata. Saling berkesinambungan untuk menciptakan pariwisata Hebat. Kita punya banyak potensi pariwisata dalam konteks atraksi, salah satunya kopi," tandas Didik Budi.