kebakaran hutan dan lahan di petak 9B Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Rabu (1/10/3019) malam. (Foto: istimewa)
kebakaran hutan dan lahan di petak 9B Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Rabu (1/10/3019) malam. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Cuaca cukup ekstrem yakni angin kencang melanda Kota Batu selama beberapa hari. Pada Rabu (2/10/2019), selama satu hari ada 4 bencana yang menimpa Kota Batu.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

“4 bencana itu dimulai atap kanopi diterjang oleh angin sehingga menimpa rumah warga. Kemudian ada pohon tumbang hingga kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Rinciannya kenjadian angin kencang Rabu pukul 08.30 di jalan Dorowati, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Angin Kencang yang terjadi di Kota Batu mengakibatkan atap kanopi milik MI Miftahul Ulum Kota Batu melayang dan menimpa atap rumah warga.

Atap rumah warga itu milik Ibu Kastriah dengan panjang 7 meter dan lebar 4 meter rusak. Masih karena angin kencang di Jalan Drs Moh Hatta, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pukul 13.15.

Angin Kencang mengakibatkan pohon akarsia berdiameter 20 centimeter dan tinggi 12 meter tumbang ke jalan raya. Arus lalu lintas sempat ditutup untuk sementara waktu untuk dilakukan pembersihan.

“Selang 15 menit tepatnya pukul 13.30 WIB juga terjadi pohon tumbang di Jalan Ngukir, Dusun Ngukit, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, mengakibatkan pohon dengan diameter 100 centimeter dan tinggi 20 meter tumbang ke jalan dan menutup sebagian jalan,” imbuhnya.

Pohon yang tumbang itu mengakibatkan juga plengsengan ambrol dengan dimensi 2 meter dan tinggi 1,5 meter. Kemudian berlanjut pada malam hari terjadi kebakaran hutan dan lahan di petak 9B Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

“Pada pukul 18.40 WIB terpantau adanya titik api di hutan petak 9B1 di kawasan Perhutani Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu,” jelas Rochim.

Angin yang cukup kencang menyebabkan api cepat meluas membakar semak belukar dan pohon pinus di lokasi kejadian. Lahan seluas 2 hektar terbakar. “Nilai kerugian karhutla dikonversi dengan rupiah diperkirakan senilai Rp 150 juta,” tambahnya.

Setelah dilakukan pemadaman api, tim melakukan penyisiran sisa bara api, ditambah pembuatan sekat. “Segala upaya telah dilakukan tim untuk meminimalisir bencana, semoga nanti tidak berkelanjutan,” harap Rochim, Kamis (3/10/2019).