MALANGTIMES - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan hangat kepada 120 perantau asal Jawa Timur yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Menemui para perantau yang baru saja tiba di Lanud Abd Saleh, ia langsung menyambut para perantau dengan menggendong erat salah satu anak.

Rupanya anak yang digendong oleh orang nomor satu di Jatim itu, tidak menunjukan sikap rewel, trauma maupun enggan digendong oleh Gubernur. Malahan ia nampak bahagia dan sempat tersenyum saat digendong oleh sang Gubernur, seakaan menyadari jika saat ini telah berada di tempat yang aman.

Dengan tetap menggendong anak tersebut, seperti seakan tak ingin dilepaskannya. Tanpa canggung ia juga menghampiri para perantau yang pulang tersebut satu persatu dan mengajak bersalaman sembari berbincang kecil menanyakan keadaan para perantau.

Hal itu nampaknya ia lakukan sebagai wujud kelegaan serta kebahagiannya dapat melihat warga-warganya bisa pulang dengan selamat di Jawa Timur.

"Kita ingin memberikan perlindungan evakuasi kepada terutama warga Jatim. Di dalam rombongan ini tidak semua warga Jatim. Tetapi meskipun begitu, mereka siapapun harus mendapatkan perlindungan keamanan dan mereka harus terproteksi," ungkapnya saat diwawancarai di Lanud Abd Saleh

Setelah ini, pihaknya akan berkordinasi dengan masing-masing Dinas Sosial (Dinsos) dari masing-masing asal perantau, mengenai masalah pemulangan agar nantinya lebih teradministrasi.

"Mereka akan diserah terimakan di Dinsos. Disana nanti mereka akan mengonfirmasi. Sehingga ada berita acara kepada Dinsos masing-masing kota. Ini pak Bupati Sampang juga hadir karena kemaren yang cukup banyak dari sampang. Kemudian Bupati Malang juga hadir, kami akan sama-sama koordinasi pasca kepulangan mereka," jelasnya.