Wamena saat ini menjadi daerah rawan. Selain itu, tragedi rusuh yang terjadi beberapa waktu lalu juga sangat membuat suasana semakin mengerikan. 

Hal itu dikisahkan  salah satu perantau yang berhasil pulang dengan selamat yakni Salim (41). Pria asli Sampang, Madura.

Dikatakannya, saat ini kerusuhan yang terjadi merupakan kerusahan yang terparah. 

Penyiksaan demi penyiksaan, hingga pembacokan, pemerkosaan maupun pembakaran terjadi dan menimpa sejumlah warga pendatang.

Korban demi korban ditemukan telah menjadi mayat dan bergelimpangan dimana-mana.

Mereka warga asli Wamena menjadikan sasaran para penduduk pendatang.

"Ya itu mereka dibunuh lalu dibakar di rumahnya. Mereka yang ketahuan di rumahnya ada pendatang juga dibakar," jelas Salim

Ia sendiri bisa selamat setelah melarikan diri bersama anak dan istrinya melalui ruang belakang lantai dua rumahnya. 

Saat itu, ia menjebol triplek dan kemudian melompat dari kantai dua rumahnya. 

Di belakang rumah ternyata sudah banyak anggota TNI yang kemudian segera menyelamatkanya ke kantor Koramil setempat.

"Kami bertiga langsung diamankan di Koramil," paparnya

Lebih lanjut dijelaskan ia juga sempat mengetahui kekejaman warga dalam melakukan pembantaian terhadap pendatang. 

Salah satu tetangganya yang begitu akrab dengannya, warga asal Toraja dibantai dan kemudian rumahnya dibakar habis.

"Anak dan istrinya terbakar bersama rumahnya. Sementara tetangga saya ini berhasil menyelamatkan diri," jelasnya

Sementara itu, salah satu perantau lainnya yang juga pulang ke kampung halamannya, Sampang Madura yakni Santoso (31) juga mengatakan hal yang senada dengan Salim. 

Ia mengatakan,  daerah tersebut saat ini merupakan daerah rawan. 

Meskipun yang ia dengar saat ini situasi telah sedikit aman namun hal itu bukan menjadi jaminan.

"Daerah rawan mas, makanya kami pilih pulang. Kami empat orang satu keluarga Alhamdulilah selamat," ungkap pria yang berpfofesi sebagai penjual sate ini.

Ditanya apakah nantinya akan kembali ke Wamena, ia mengaku  belum mengetahui apakah akan kembali atau tidak. 

Untuk saat ini, ia lebih memilih untuk pulang ke kampung halaman.

"Belum tahu mas, lihat gimana nanti situasinya," pungkasnya.