Empat orang komplotan pencurian saat sesi rilis di halaman Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Empat orang komplotan pencurian saat sesi rilis di halaman Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jajaran kepolisian Satreskrim Polres Malang berhasil meringkus komplotan pencuri spesialis sekolahan. 

Dari empat oranv tersangka yang diamankan, tiga diantaranya merupakan pelaku pencurian, sedangkan seorang sisanya merupakan pelaku penadah barang hasil curian.

Dua dari tiga orang pelaku pencurian merupakan warga Desa/Kecamatan Wajak. 

Mereka adalah Ma’ali (24) dan seorang lagi masih dibawah umur yang sebut saja namanya Putra.

Sedangkan seorang tersangka lainnya merupakan warga Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak yang bernama Hariono (26).

 

 

”Tiga orang pelaku pencurian spesialis sekolahan ini, melancarkan aksinya saat malam hari. Dimana ketika beraksi ketiganya saling berbagi tugas, ada yang bertugas sebagai eksekutor dan ada yang bertugas sebagai driver sekaligus memastikan situasi tetap aman saat pelaku lainnya sedang melancarkan aksi pencurian,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, saat ditemui awak media disela-sela sesi rilis, Rabu (2/10/2019).

Anggota polisi yang akrab disapa Ujung ini menjelaskan, jika awal mula terungkapnya kasus pencurian ini berawal dari banyaknya laporan yang diterima pihak kepolisian, terkait aksi pencurian di beberapa sekolahan yang ada di wilayah hukum Polres malang. 

”Berdasarkan laporan yang kami terima, komplotan ini sudah melancarkan aksinya sejak tahun 2018 lalu. Sedangkan sasarannya adalah sekolahan SD, SMP, hingga SMA,” terang Ujung.

”Dari hasil penyidikan sementara, komplotan pencurian ini sudah melancarkan aksinya di 18 TKP. Sasaran utamanya adalah sekolahan yang tidak memiliki petugas penjagaan malam (satpam),” imbuh Ujung.

Sebanyak 18 TKP itu, lanjut Ujung, tersebar di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang.

Yakni Kecamatan Kepanjen, Kromengan, Poncokusumo yang masing-masing ada 3 TKP. Kecamatan Kalipare, Gondnaglegi, dan Bululawang masing-masing ada 2 TKP.

Sedangkan Kecamatan Wajak, Dau, dan Ngantang masing-masing ada 1 TKP. ”Barang curian yang disasar komplotan ini mayoritas adalah perangkat elektronik,” jelas Ujung.

Berawal dari keresahan pihak sekolah inilah, anggota Satreskrim Polres Malang akhirnya diterjunkan kelapangan guna melakukan penyelidikan. 

Dari hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi, tersangkanya mengarah kepada Hariono.

Saat diamankan di rumahnya yang beralamat di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. 

Polisi mendapati beberapa barang bukti, yang masih disimpan didalam mobil yang ada di parkiran rumah tersangka.

Saat dimintai keterangan oleh penyidik, pria 25 tahun itu “bernyanyi” jika dirinya beraksi bersama dengan dua orang temannya. 

Mereka adalah Ma’ali dan Putra yang kemudian diamankan polisi saat keduanya berada di rumah mereka masing-masing.

”Barang hasil curian tersebut, langsung dijual oleh ketiga pelaku ke seorang penadah. Kasusnya masih dalam tahap pengembangan, diduga kuat komplotan pencurian ini sudah pernah melancarkan aksi pencurian di lebih dari 18 TKP,” ungkap perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini.

Ujung mengaku, jika selain memburu pelaku lainnya pihaknya juga masih mengembangkan keberadaan barang bukti hasil kejahatan. 

Sebab saat diamankan polisi, komplotan pencurian ini mengaku jika barang hasil curian sudah mereka jual kepada seorang penadah yang bernama Ardi Wiranata, 31, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran.

”Terhadap ketiga orang tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat). Sedangkan ancamannya adalah kurungan penjara selama 7 tahun,” tutup Ujung.