Tingkah lucu Balita sehat (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Tingkah lucu Balita sehat (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Permasalahan gizi buruk yang kerap terjadi pada anak balita memang masih menjadi perhatian di bidang kesehatan. 

Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang saat ini kasus gizi buruk ditemukan sebanyak 20 balita.

Tentunya hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang harus diperhatikan, lantaran, jika kebutuhan gizi seorang anak jauh dari standart bukan tidak mungkin akan rentan mengalami gizi buruk.

Sekretaris Dinkes Kota Malang, Sumarjono mengatakan setiap tahunnya ada 12600 bayi yang lahir di Kota Malang. 

Yang menjadi persoalan, sekolah untuk menjadi ibu tidak ada. 

Padahal banyak hal yang harus dilakukan untuk memantau tumbuh kembang anak agar tetap menjadi anak yang sehat

"Ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi orangtua untuk menjaga anaknya tetap sehat. Sementara, saat ini belum tentu setiap orang tua paham betul dalam menjaga pertumbuhan balitanya," ungkapnya.

Nah, kondisi gizi buruk pada anak juga akan berdampak tidak baik bagi kesehatan dan tumbuh kembangnya. 

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak?

Ia menjelaskan, salah satu yang menjadi program dari Dinkes Kota Malang yaitu untuk memberikan informasi kepada para orang tua di Kota Malang mengenai konsumsi makanan sehat bagi anak. 

Yakni, dengan menu makanan ATIKA (Ati, Telur, dan Ikan).

"Kita sosialisasikan itu, karena pada dasarnya kalau balita itu kombinasi makanannya ATIKA, insya alloh kita dapatkan bayi-bayi dengan gizi yang baik dan seimbang. Maka gizi buruk juga bisa dicegah," imbuhnya.

Apalagi, menurutnya ATIKA cukup mudah dan murah sebagai konsumsi makanan harian. 

Ia berharap, para orang tua menerapkan pola makan tersebut bagi anak-anaknya. 

Sehingga, jumlah kasus gizi buruk di Kota Malang tidak akan bertambah nantinya.

"Sekarang makanan ATIKA mudah dan murah di cari, sangat gampang. Kami berharap mudah-mudahan dengan penerapan tersebut kasus gizi buruk kedepan tidak akan ada pertambahan," pungkasnya.