Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni (nana)
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni (nana)

MALANGTIMES - Prioritas pembangunan pendukung pariwisata berupa jalan di Malang Selatan menjadi hal yang terus digenjot pelaksanaannya. Terutama jalur-jalur jalan yang bisa menjadi sayap dari proses pembangunan skala nasional, seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS). 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Pembangunan JLS lanjutan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat inilah yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang melalui pembangunan pendukung jalan wisata. Seperti jalur Srigonco, Bantur, di koridor tengah JLS sebagai penghubung atau konektivitas JLS menuju berbagai destinasi wisata pantai selatan. 

Derap pembangunan JLS inilah yang harus diimbangi dengan jalan pendukung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pasalnya, menurut Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, tanpa adanya sirip jalan menuju JLS, maka hasil pembangunan tak akan maksimal manfaatnya. 

"Kita telah lakukan berbagai kajian terkait itu sehingga untuk manfaat maksimal JLS sangat perlu adanya dukungan jalan yang jadi wilayah kita. Sehingga jalan pariwisata terkonektivitas," ucap Romdhoni, Rabu (02/10/2019).

Sayangnya, lanjut Romdhoni, Pemkab Malang kembali dihadang kendala anggaran untuk menyiapkan jalur pendukung jalan pariwisata secara menyeluruh di Malang Selatan. Dimana, untuk menyiapkan hal itu secara hitungan kasar, Pemkab Malang harus mengeluarkan anggaran pembangunan per kilometer (Km) sebesar Rp 4 miliar. 

Hal ini sesuai dengan indeks biaya  pembangunan jalan pendukung JLS yaitu Rp 4 miliar per kilometer.

"Anggarannya besar dan kita tak mampu untuk sediakan anggaran begitu besar itu. Karenanya kita membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim)," ungkap mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang. 

Tanpa adanya dukungan pemerintah pusat dan pemprov Jatim, maka pembangunan jalan pendukung pariwisata Selatan tidak bisa berjalan secara cepat. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

"Tentunya butuh waktu lama untuk mewujudkannya dengan kendala anggaran itu. Sehingga sekali lagi kita sangat membutuhkan dukungan anggaran terkait itu," ujar Romdhoni. 

Disinggung proses pembangunan jalan pendukung pariwisata Malang Selatan yang sedang digenjot oleh Dinas PU Bina Marga, Romdhoni menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang menggenjot dua proyek. Yakni, jalan Kepanjen - Donomulyo dan Gondanglegi - Balekambang. Dengan masing-masing panjang jalan di dua lokasi itu 37  km. 

Harapan besar Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang terkait adanya dukungan anggaran untuk mewujudkan optimlisasi jalan pariwisata, terbilang tinggi. Dimana, banyak manfaat yang bisa direguk dengan terwujudnya akses jalan pariwisata yang nyaman dan aman di MALANG Selatan. 

Selain akan memangkas jarak tempuh kendaraan menuju lokasi wisata dan faktor keamanan wisatawan. Juga akan membuka potensi lainnya yang ada di wilayah yang dikenal dengan eksotisme wisata pantainya itu. Yakni, akan berputarnya perekonomian masyarakat sekitar secara cepat.

"Termasuk investor. Jika jalannya bagus, fasilitasnya mendukung, kami yakin banyak investor datang," pungkas Romdhoni.