MALANGTIMES - Maraknya aksi unjuk rasa yang mulai melibatkan kalangan pelajar, membuat pejabat pemerintah di Kabupaten Malang mencari langkah guna mengantisipasi gerakan aksi yang dapat membahayakan para siswa tersebut.

Salah satunya seperti yang digagas oleh Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. Menurutnya, usia pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) sederajat, yang masih masuk dalam kategori belasan tahun ini, menjadi moment dimana para siswa masih sibuk mencari jati diri.

Terkait hal ini, Didik mengaku jika peran guru pengajar BK (Bimbingan dan Konseling) sangat dibutuhkan, guna mengawasi sekaligus mengarahkan tumbuh kembang psikologis pelajar.

”Biasanya saat memasuki usia belasan, antara 17 hingga 19 tahun merupakan masa transisi dimana para remaja sedang mencari jati diri guna mendapatkan pengakuan. Jika tidak diarahkan maka tidak menutup kemungkinan mereka akan turun ke jalan untuk unjuk rasa. Oleh karenanya saya sampaikan jika di sini peran guru BK sangatlah penting, guna membimbing siswa siswi mereka,” terang Didik saat ditemui disela-sela agenda Silahturahmi 3 Pilar di Polres Malang, Selasa (1/10/2019).

Pihaknya menambahkan, tumbuh kembang anak di setiap kelas dan jurusan tentunya memiliki banyak perbedaan. Oleh karenanya, pengawalan terhadap kalangan pelajar harus dilakukan secara periodik. ”Jika memang ditemukan adanya indikasi penyimpangan terhadap prilaku siswa, maka bisa segera ditindak lanjuti dan diantisipasi guna mencari solusinya,” imbuhnya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Didik, perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dapat berpengaruh buruk terhadap kalangan pelajar jika tidak mendapatkan pengawasan. ”Melalui media sosial (medsos) siswa kini sudah bisa mengakses banyak hal, jika tidak mendapatkan pengawasan tentunya bisa merusak genrasi bangsa. Segera konsultasikan kepada Kepala Sekolah, atau bahkan kepada pihak berwajib jika memang para guru BK menemukan adanya penyimpangan yang dialami oleh kalangan pelajar,” ungkap Didik.

Sependapat dengan yang disampaikan oleh Didik, Bupati Malang Muhammad Sanusi juga menekankan akan pentingnya peran guru BK guna mengantisipasi tindakan anarkis pada siswa. Menurutnya selain faktor kecerdasan, faktor budi pekerti dan pendidikan karakter juga sangat menentukan masa depan siswa.

”Pendidikan karakter dan budi pekerti itu sangat diutamakan. Terhadap siapapun, baik kepada orang tua maupun guru kita harus senantiasa menghormatinya,” pungkasnya.