Tinjau Kekeringan di Kecamatan Kalipare, Pemerintah Kabupaten Malang Gelontorkan Belasan Ribu Liter Air

Oct 01, 2019 20:40
Bupati Malang Muhammad Sanusi (kiri) dan Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi (kanan) bersama rombongan saat melakukan tinjauan ke lokasi yang mengalami musibah kekeringan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang Muhammad Sanusi (kiri) dan Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi (kanan) bersama rombongan saat melakukan tinjauan ke lokasi yang mengalami musibah kekeringan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Puluhan warga Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare nampak antusias saat menyambut kedatangan Bupati Malang bersama rombongan, Selasa (1/9/2019). Dalam kunjungan kali ini, puluhan pejabat pemerintah bertujuan meninjau daerah yang mengalami musibah kekeringan.

”Untuk mengatasi musibah kekeringan di sini (Desa Putukrejo), kami sudah menyediakan tiga tanki air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat Desa Putukrejo yang terdampak kekeringan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat ditemui malangtimes.com di sela-sela agenda peninjauan lokasi kekeringan.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Syamsul menambahkan, jika masing-masing tangki mampu menampung sekitar 5 ribu liter air. Artinya ada 15 ribu liter air yang didistribusikan kepada masyarakat Desa Putukrejo yang terdampak kekeringan. ”Kegiatan semacam ini akan terus berlangsung hingga musibah kekeringan berakhir,” imbuh Syamsul saat mendampingi Bupati Malang Muhammad Sanusi yang melakukan tinjauan ke lokasi kekeringan.

Mekanisme pendistribusiannya, lanjut Syamsul, yakni dengan cara mendrop air dalam tangki ke beberapa tandon yang sudah dipasang di beberapa titik yang ada di seputar Desa Putukrejo. ”Di desa sini kami pasang empat tandon, hal ini dilakukan agar memudahkan proses pendistribusian air. Sehingga masyarakat tidak perlu antri, dan dapat segera mendapatkan pasokan air bersih,” terangnya.

Nantinya, jika pasokan air di dalam tandon sudah habis. Maka pihak pemerintah terkait, yakni dari Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, akan melakukan peninjauan kembali guna mengisi tandon yang sudah tersedia di Desa Putukrejo.

”Pasokannya kita sesuaikan dengan kebutuhan, tapi kalau di desa ini kami mensiagakan 3 tangki. Dimana dua diantaranya berasal dari Perumda Tirta Kanjuruhan sedangkan satunya berasal dari BPBD. Nantinya ketiga tangki pasokan air ini, akan ditugaskan untuk mensuplai air setiap hari,” ungkap Syamsul.

Sementara itu, dari pengamatan MalangTIMES.com di wilayah Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan ini nampak sangat memprihatinkan.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Bahkan saat kendaraan yang dikemudikan wartawan melintas ke lokasi peninjauan kekeringan, debu nampak berhamburan. Tidak hanya itu saja, akibat musibah kekeringan yang berkepanjangan membuat lahan pertanian milik warga yang mayoritas ditanami tebu ini juga nampak kering kerontang.

”Semenjak musibah kekeringan terjadi, warga di sini harus menghemat penggunaan air. Ini saya bawa dua jirigen untuk stok masak dan minum untuk dua hari kedepan. Sebab jumlah pasokannya juga dibagi dengan warga lainnya, jadi harus dihemat,” terang Tarno salah satu warga Desa Putukrejo sembari menunjukkan dua jirigen berukuran besar yang dia bawa untuk mengambil pasokan air melalui tandon.

Topik
Malangberita malangBupati Malang Muhammad SanusiTinjau Kekeringan di Kecamatan Kalipare
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru