MALANGTIMES - Berbicara tumbuh kembang anak, tentu dimulai sejak anak tersebut dilahirkan. Umumnya, penilaian bayi sehat dilihat dari berat badannya.

Bayi gemuk yang tampak menggemaskan misalnya, seringkali menjadi patokan sebagai bayi sehat, padahal belum tentu lho. Kondisi bayi sehat bisa diukur dari berbagai macam hal.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sumarjana mengatakan untuk menilai apakah bayi masuk dalam kategori keadaan yang sehat, maka kondisi bayi perlu diperhatikan dari berbagai sisi.

"Mulai dari kenaikan berat badan bayi, hingga kemampuan sosialnya dalam berinteraksi dengan orang lain juga menjadi penentu apakah bayi masuk kriteria sehat atau tidak," ujar dia saat ditemui dalam acara Lomba Balita Sehat tingkat Kota Malang, Selasa (1/10).

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seorang Ibu dalam mengayomi anaknya agar tumbuh kembangnya selalu sehat. Ia menjelaskan, banyak cara yang harus selalu menjadi pantauan para orang tua.

Catatan dari Dinkes Kota Malang, setiap tahunnya ada kurang lebih 12600 bayi yang lahir. Sementara, sekolah untuk menjadi ibu tidak pernah ada. Padahal banyak hal yang harus dilakukan orang tua dalam membesarkan anaknya agar tumbuh dengan sehat.

Diantaranya, rutin mengisi buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), ikut kegiatan di Posyandu agar tumbuh kembang anak terpantau, memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, dan masih banyak lainnya.

"Perbandingan umur dengan berat badan, tinggi badan itu harus seimbang, lalu asupan makanan sehari-hari. Kemampuan gerak kinetiknya, fisiknya, kelincahannya, juga menjadi acuan. Ikutkan Posyandu, karena di sana tumbuh kembang anak akan tercatat di KIA. Kemudian gunakanlah buku itu sebagai pedoman memantau tumbuh kembang anak-anak kita," pungkasnya.