MALANGTIMES - Wajah-wajah senyum merekah, hingga tangisan mewarnai aksi balita-balita sehat lucu ini. Ya, puluhan balita tersebut rupanya tengah mengikuti ajang Lomba Balita Sehat yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, hari ini (Selasa, 1/10).\

Sebanyak 32 Balita se-Kota Malang mengikuti tahapan penilaian lomba yang sifatnya merangsang motorik anak di Ballroom Hotel Gajah Mada Kota Malang di hadapan tim penilai.

Ballroom tersebut dikemas apik dengan pernak-pernik balon khas anak balita. Segala macam permainan, mulai dari perosotan, ayunan, bola, balon, dan yang lainnya juga mewarnai keseruan dalam Lomba Balita tingkat Kota Malang itu.

Beberapa dari balita ini tampak asik sambil bermain saat sedang dinilai oleh juri. Bahkan, tim penilai juga ikut bermain dengan mengenalkan beragam pengetahuan saat menilai balita-balita tersebut.
 


Salah satu peserta, Leticia Saqueena Adeeva (2,5 tahun) tampak menikmati ketika tim juri mengajaknya berinteraksi. Ia juga aktif menyusun permainan urutan ring donat, atau balok lainnya di tempatnya dan berteriak selesai ketika selesai menyusunnya.

Sang Ibu, Warga Kelurahan Bareng, Fani Amalia mengatakan keikutsertaan mereka dalam Lomba balita tersebut bukan hanya sekedar untuk menang. Melainkan, ingin melatih sang anak untuk berinteraksi antar sesama dan lebih aktif berkegiatan. 

"Di umur segini kan tumbuh kembang anak harus sesuai, dan bisa aktif. Di sini wadah juga bagi anak saya. Jadi nggak cuma menangnya aja, tapi bisa berinteraksi dengan yang lain, terus nggak rewel, dan senang bergaul," ungkapnya.

Sekretaris Dinkes Kota Malang, Sumarjono menyatakan ajang perlombaan Balita Sehat ini sebagai salah satu bentuk dalam memotivasi masyarakat untuk memperhatikan kesehatan tumbuh kembang anak dan pengetahuan ibu. 



"Selain lomba, di sini kita juga mau memotivasi baik dari sisi orang tua, sambil sekalian kita bagi-bagi pengetahuan tentang merawat bayi. Karena, sekolah mengurus bayi itu ndak ada. Kemudian dari sisi kader kesehatan, bagaimana petugas bersaing positif dalam membina masyarakat menciptakan generasi sehat dimulai dari balita ini," ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji mengharapkan ada bentuk eksplorasi terhadap tumbuh kembang anak melalui kegiatan belajar dan bermain. Sehingga ibu dan kader kesehatan bisa memberikan pengayaan yang lebih akan pendidikan kesehatan balita.

"Karena melalui kegiatan ini, balita juga banyak bereksplorasi. Mereka belajar dan bermain, sehingga tumbuh kembang anak melalui stimulus mereka akan terangsang dengan baik. Mudah-mudahan hal ini juga bisa memberikan motivasi dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan orangtua dalam mengoptimalisasi tumbuh kembang anak," paparnya.